Drone Bakal Wira-wiri Tebar Pupuk di Lahan Lumbung Pangan

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Jumat, 09 Okt 2020 14:47 WIB
Presiden Jokowi dan Mentan Syahrul Yasin Limpo saat meninjau food estate di Kalimantan Tengah, Kamis (8/10/2020).
Foto: dok. Kementan
Jakarta -

Dalam kunjungannya ke Kalimantan Tengah belum lama ini, Presiden Joko Widodo menyampaikan kawasan food estate akan di garap seluas 168.000 hektare (ha). Namun, pada tahun 2020 dikerjakan seluas 30.000 ha sebagai model percontohan yang terdiri lahan di Kabupaten Pulang Pisau seluas 10.000 ha dan Kapuas 20.000 ha.

Jokowi mengatakan penggarapannya akan menggunakan teknologi antara lain drone untuk pemupukan dan traktor apung untuk membajak sawah.

"Disini misalnya pemupukan kita memakai drone, untuk membajak sawah memakai traktor apung. Saya tanya tadi satu hari bisa berapa hektare? Operator mengatakan bisa 2 hektar. Inilah kecepatan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10/2020).

Hal ini diungkapkannya saat melakukan kunjungan lapangan ke Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kemarin Kamis (8/10).

Jokowi menambahkan pengembangan kawasan lumbung pangan yang digarap berskala besar sehingga mekanisasi alat-alat modern sangat diperlukan. Selain itu, di kawasan yang sama akan dibuat pengembangan berbagai komoditas meliputi komoditas tanaman pangan, komoditas hortikultura, perkebunan dan peternakan serta perikanan.

"Lumbung pangan ini mengkombinasikan antara sawah yang ditanam padi kemudian dipinggirnya ditanam jeruk, bawang merah, kelapa dan kita harapkan nanti hasil yang dihasilkan, petani bukan hanya padi tapi ada jeruk, kelapa dan yang lainnya," ungkapnya.

Jokowi mengatakan kombinasi-kombinasi model bisnis ini akan diterapkan di kawasan food estate sebagai tahapan percontohan sehingga ke depan jika upaya ini berhasil maka akan direplikasi ke daerah lain.

Selain itu, Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas memiliki hamparan lahan luas dan semuanya datar, kekayaan airnya melimpah serta tanah yang subur sehingga sangat sayang sekali jika tidak dimanfaatkan supaya lahan menjadi produktif.

"Dengan cara-cara ini kita harapkan pendapatan petani akan naik, tidak hanya dari padi tapi juga dari jeruk, dari bawang merah, dari kelapa, dari ikan ditambah juga dari itik," tambah Jokowi.

Secara terpisah, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjelaskan food estate merupakan salah satu Program Strategis Nasional 2020-2024 guna membangun lumbung pangan nasional.

"Upaya ini dapat menciptakan lapangan kerja di pedesaan, pemberian perlindungan sosial, meningkatkan pendapatan keluarga petani, serta memastikan ketahanan pangan nasional," ucapnya.

Syahrul menyampaikan pengembangan kawasan food estate di Provinsi Kalteng, dilakukan dengan teknologi optimalisasi lahan rawa secara intensif, guna meningkatkan produksi dan indeks pertanaman (IP).

Pengembangan pertanian dilakukan melalui teknologi modern yang sudah ada. Adapun kawasan pengembangan food estate, akan dibangun model bisnis korporasi petani dengan melibatkan kelompok tani di lahan per 100 Ha, dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) di lahan per 1000 ha.

"Semua dalam bentuk hilirisasi dan semua industrinya harus dirancang dengan baik. Pengembangan lahan food estate ini merupakan model percontohan, sehingga di dalamnya kita harus kembangkan korporasi dalam kelompok yang besar,"ucapnya.

Diketahui saat ini, khususnya pada masa pandemi COVID-19, sektor pertanian memberikan pertumbuhan positif sebesar 16,24% pada kuartal II (q to q). Oleh karena itu diperlukan upaya khusus untuk tetap mempertahankan keamanan dan ketersediaan pangan demi terciptanya kondisi masyarakat yang damai dan sejahtera.

"Kita semua harus bekerja keras dan bekerja sama dilandasi dalam upaya penyediaan tambahan stok pangan nasional. Semoga wabah ini segera berakhir dan aktivitas kembali normal, sehingga perekonomian masyarakat bangkit kembali," pungkas Syahrul.

(prf/hns)