Halte TransJakarta yang Rusak Imbas Demo Operasi Penuh Akhir 2020

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 10 Okt 2020 20:41 WIB
Sebanyak 46 halte TransJ rusak pascademo ricuh. Salah satunya halte Tosari. Yuk, intip aktivitas perbaikannya seharga Rp 65 M.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Insiden aksi unjuk rasa penolakan Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja yang terjadi pada Kamis (8/10) lalu berimbas pada halte-halte TransJakarta. Atas insiden tersebut, kemungkinan seluruh halte TransJakarta baru bisa beroperasi penuh pada akhir 2020.

Ada sekitar 46 halte yang terdampak akibat demo UU Cipta Kerja itu dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 65 miliar. Kendati begitu, Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo memastikan TransJakarta tetap beroperasi mulai Jumat (9/10) kemarin.

"Walaupun ada beberapa layanan yang harus beroperasi dengan penyesuaian, mengingat kondisi beberapa halte yang belum bisa secara maksimal difungsikan seperti Halte Bundaran HI dan Halte Tosari yang mengalami kerusakan sangat parah," ujar Sardjono dalam keterangan resminya, Sabtu (10/10/2020).

Ia menambahkan bahwa pihaknya secara sigap langsung berbenah untuk melakukan pembersihan terhadap halte-halte terdampak. Dimulai dari membersihkan pecahan puing-puing kaca dan puing sisa kebakaran serta mencat ulang halte.

Dalam hal ini TransJakarta juga dibantu oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta seperti Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Dinas Bina Marga, PPSU, bahkan serikat pekerja yang merupakan Insan TransJakarta pun turut serta turut andil dalam proses pembersihan ringan yang diharapkan bisa rampung dalam dua hari ini.

"Selanjutnya, proses perbaikan akan dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan halte di mana waktu penyelesaiannya akan menyesuaikan dengan tingkat kerusakan itu sendiri," tambahnya.

Halte TransJakarta Tosari menjadi sasaran amukan massa demo tolak omnibus law Ciptaker Kamis kemarin. Pagi ini petugas mulai membersihkan halte tersebut.Foto: Agung Pambudhy

Target perbaikan halte-halte terdampak itu, katanya adalah sampai halte bisa beroperasi kembali. Untuk kerusakan ringan dapat diselesaikan dalam 3 hari, rusak sedang 3-4 minggu dan rusak berat bisa memakan waktu hingga 2 bulan. Artinya, baru sekitar Desember 2020 atau akhir tahun nanti seluruh halte bisa beroperasi penuh seperti sedia kala.

"Untuk halte dengan kerusakan ringan seperti kaca pecah, dan vandalisme akan selesai dalam 3 hari, untuk halte dengan kerusakan sedang sampai berat diperkirakan selesai dalam jangka 3 sampai 4 minggu ke depan. Sementara itu untuk halte yang masuk dalam kategori rusak parah, terutama yang disebabkan hangus terbakar diperlukan waktu yang lebih lama bisa sampai 1-2 bulan ke depan," paparnya.

Namun TransJakarta tetap mengupayakan agar semua masyarakat tetap bisa terlayani mobilitasnya terutama kebutuhan dalam hal transportasi untuk kegiatan sehari-hari.

"TransJakarta terus menghimbau kepada pelanggan untuk tetap di rumah saja apabila tidak ada hal mendesak. Apabila meninggalkan rumah karena terpaksa maka Selalu terapkan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak dan selalu menjaga kesehatan," imbaunya.

(ara/ara)