Realisasi Bansos Jabodetabek & Non Jabodetabek Capai Lebih dari 50%

Inkana Putri - detikFinance
Sabtu, 10 Okt 2020 22:45 WIB
Warga mendistribusikan bantuan sosial kepada warga yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19) di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di RW 007 Kelurahan Malakasari, Jakarta, Selasa, 15 September 2020. Bansos masih berisi bahan-bahan pokok untuk kebutuhan masyarakat di tengah pandemi virus corona. Wilayah Malakasari 4041 paket sembako untuk 10 RW. CNNIndonesia/Safir Makki
Foto: CNNIndonesia/Safir Makki
Jakarta - Pemerintah terus mempercepat realisasi program bantuan sosial (bansos) sembako Jabodetabek dan bansos tunai non Jabodetabek. Adapun hal ini dilakukan dalam rangka mendorong program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan berdasarkan data PEN per 30 September 2020, rata-rata realisasi kedua program tersebut sudah di atas 50%.

"Jika dirinci, program bansos sembako Jabodetabek menjangkau 1,9 juta keluarga dengan realisasi anggaran Rp 4,4 triliun atau 65,6% dari pagu yang ditetapkan. Kemudian, bansos tunai non-Jabodetabek disalurkan kepada 9 juta keluarga dengan realisasi senilai Rp 26 triliun atau 78,8% dari total pagu anggaran," ujar Budi dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/10/2020).

Budi mengatakan dengan tren penyerapan anggaran bansos yang positif, pihaknya optimis mampu mencatatkan realisasi sesuai dengan target di akhir tahun nanti. Satgas PEN juga telah menyiapkan beberapa strategi khusus guna mempercepat realisasi program PEN, termasuk dengan merancang ulang berbagai program.

"Pemerintah melalui Satgas PEN melakukan percepatan realisasi program pemulihan ekonomi nasional dengan lima langkah, yaitu perpanjangan berbagai program sampai dengan Desember 2020, mempercepat proses usulan baru berbagai kluster serta realisasinya, redesign program agar lebih efektif, dan mempercepat proses birokrasi program," pungkasnya. (mul/mpr)