Pemulihan Ekonomi vs Kesehatan, Mana yang Lebih Penting?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 12 Okt 2020 10:28 WIB
Tes swab jadi salah satu cara deteksi dini penyebaran virus Corona di masyarakat. Puskesmas Kecamatan Gambir pun memberikan layanan tes swab gratis bagi warga.
Foto: Pradita Utama

Mulai dari program kesehatan, program insentif usaha dalam bentuk pajak, perlindungan sosial, UMKM dan program terkait sektoral di Kementerian Lembaga atau Pemda hingga pembiayaan korporasi.

Budi menyebut dengan program ini diharapkan ekonomi Indonesia tidak terperosok terlalu dalam. Dia mencontohkan total ekonomi Indonesia sekitar US$ 1 triliun dikalikan kurs rupiah saat ini Rp 14.500. Artinya ada sekitar Rp 14.500 triliun dan dibagi 4 kuartal menjadi sebesar Rp 3.625 triliun.

"Kemarin kan minusnya 5,2%, jadi kalau dikali 0,052 kira-kira didapat Rp 188 triliun kebutuhannya. Kalau bisa naikin Rp 188 triliun ini Insya Allah tidak jatuh lebih dalam lagi lumayan bisa jadi bemper," kata dia.

Dia menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia selama ini dari konsumsi, belanja pemerintah, ekspor dan impor hingga modal investor.

"Sekarang kan yang jalan hanya belanja pemerintah, kalau kita bisa kontribusi Rp 200 triliun sudah oke. Nah apakah itu akan membuat kuartal 3 ekonominya nol atau minus atau bahkan positif kita tidak tahu. Ada juga dinamika lain di luar, tapi setidaknya kita sudah berusaha semaksimal mungkin dengan menyalurkan anggaran secepat-cepatnya supaya bisa membaik," jelas dia.

Halaman


Simak Video "Realisasi Dana PEN 2020 Tak akan Capai 100%, Bagaimana Sisanya?"
[Gambas:Video 20detik]

(kil/ang)