Wawancara Khusus Ketua Satgas PEN

Mana Prioritas Pemerintah Tangani Corona: Ekonomi atau Kesehatan?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 12 Okt 2020 10:00 WIB
Dirut Inalum Budi Gunadi Sadikin
Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin/ Foto:Rachman Haryanto/detik.com
Jakarta -

Pemerintah memiliki program pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk menekan dampak ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Program ini diharapkan bisa membantu Indonesia agar ekonomi Indonesia terlalu buruk dan terperosok ke jurang resesi. Stimulus yang diberikan mulai dari bantuan sosial hingga bantuan untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang disebut menjadi penopang perekonomian nasional.

Selain itu satgas PEN ini juga menyebut jika vaksin diharapkan bisa menjadi 'penolong' ekonomi nasional. Karena itu saat ini selama vaksin sedang melalui proses pengujian, perusahaan BUMN juga sudah menyiapkan alat kesehatan berupa jarum suntik.

Berikut kutipan Blak-blakan ketua satgas Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin.

Sejak Juli sampai September program apa saja yang sudah dikerjakan atau dijalankan?

Jadi saya kasih latar belakang sedikit untuk pemirsa detikcom. Kebetulan saya itu umurnya udah cukup tua sehingga mengalami krisis udah 4 kali nih. Jadi krisis yang paling berat itu 1998, krisis keuangan di Asia. Lalu krisis global 2008 paling besar. Cuma buat Indonesia terasa mungkin karena baru mengalami krisis di tahun 1998 sehingga sistem keuangan kita sudah jauh lebih sehat pada saat krisis global 2008 itu hit di seluruh dunia. Kemudian kejadian lagi di tahun 2013.

Nah ketiga krisis ekonomi ini atau kesulitan ekonomi ini terjadi disebabkan awalnya oleh krisis keuangan. Jadi tahun 1998 kalau ingat itu terjadi karena negara-negara asia pinjaman luar negerinya besar sekali dibandingkan pendapatan devisa mereka artinya seimbang antara input sama outputnya.

Dimulai dari Thailand ya ketika itu, begitu itu dibuka keliatan jual belinya Dollar-Rupiah, Dollar-Bath ini lari kursnya, begitu kursnya lari udah jatuh semua. Jadi Penyebabnya itu krisis keuangan karena kondisi keuangannya kurang baiklah perbankan sama swasta di Indonesia.

Tahun 2008, ada krisis ekonomi penyebabnya krisis keuangan lagi. Cuman krisis keuangannya bukan di Indonesia, bukan di Asia. Krisis keuangannya ada di Amerika. Ada mortgage back paket derivatif, jadi orang investasi yang jelek diputar-putar itu akhirnya mereka ngtidak bisa bayar. Jadi collapse sistem ekonomi Amerika sehingga bank sentral Amerika itu itu memberikan stimulus yang sangat besar, digrojokin uang.

Berbeda dengan krisis Asia itu advance nya apa itu tarik uang sebanyak-banyaknya supaya inflasinya tidak naik. Malah jadi miskin semua kan. Dan Asia itu butuh waktu 5 sampai 6 tahun tuh GDP Indonesia untuk balik ke level sebelumnya.

lanjut ke halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4