Ada Aksi Massa Berujung Ricuh, MRT Jakarta Tutup 18.00

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 13 Okt 2020 17:31 WIB
MRT Jakarta dan Ketahanan Energi Nasional
Foto: detik
Jakarta -

PT MRT Jakarta (Perseroda) menyatakan akan menutup operasional MRT Jakarta hingga pukul 18.00 WIB hari ini. PT MRT menilai keadaan Jakarta hari ini kurang kondusif karena adanya aksi unjuk rasa yang berujung kericuhan.

"Melihat situasi keamanan yang kurang kondusif, maka PT MRT Jakarta (Perseroda) melakukan langkah antisipasi dengan menutup seluruh operasional stasiun dan kereta MRT Jakarta. Dengan demikian, jadwal layanan operasional MRT Jakarta hari ini (13/10) hanya sampai dengan pukul 18.00 WIB," ujar Corporate Secretary MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10/2020).

Pengguna MRT Jakarta dapat menggunakan kereta terakhir dari Stasiun Lebak Bulus Grab menuju Stasiun Blok M BCA pukul 17.41 WIB.Sebaliknya, dari Stasiun Blok M BCA menuju Stasiun Lebak Bulus Grab pukul 17:41 WIB.

"PT MRT Jakarta senantiasa akan memperkuat pengamanan sarana dan prasarana MRT Jakarta. PT MRT Jakarta memohon maaf atas ketidaknyamanan seluruh pengguna MRT Jakarta, keselamatan dan keamanan pengguna merupakan prioritas kami," ujar Kamaluddin.

Sebelumnya, per pukul 13.00 WIB, MRT menutup operasional pada 7 stasiun kereta. Mulai dari Stasiun Asean hingga Bundaran HI.

Masyarakat hanya bisa menggunakan MRT Jakarta dari Stasiun Blok M hingga Lebak Bulus, maupun sebaliknya. Hal itu dilakukan karena khawatir aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law berujung ricuh.

(hns/hns)