Mau Diperiksa soal Kasus Pajak, Trump Minta Perlindungan MA

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 14 Okt 2020 10:22 WIB
Sepekan terakhir ini dunia informasi media ramai diwarnai oleh berita demo penolakan Omnibus Law yang disahkan DPR hingga Donald Trump kembali ke gedung putih.
Foto: AP Photo
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta Mahkamah Agung AS untuk memblokir putusan pengadilan yang akan memberikan Kejaksaan Distrik Manhattan mengakses laporan pajak miliknya.

Dikutip dari CNBC, Rabu (14/10/2020) permintaan yang disampaikan tim pengacara Trump itu, memohon pengadilan tinggi memerintahkan pengadilan Manhattan untuk menunda panggilan terhadap Trump yang akan menuntut pengembalian pajak dan catatan keuangan milik Trump.

Perlu diketahui, Manhattan DA Cyrus Vance Jr. sedang mencari laporan pajak dan catatan lainnya sebagai bagian dari investigasi kriminal yang sedang berlangsung terhadap perusahaan presiden, Trump Organization.

Sementara itu, Vance telah setuju untuk menunda panggilan pengadilan dan menunggu hasil dari upaya Trump di Mahkamah Agung.

Selain itu, Vance juga menyelidiki dugaan pemberian uang tutup mulut kepada bintang porno Stormy Daniels dan model Playboy Karen McDougal. Dua bintang itu mengatakan telah berhubungan seks dengan Trump, namun dia membantah tudingan itu. Vance juga mungkin sedang menyelidiki kemungkinan kejahatan pajak, serta penipuan bank dan asuransi.

Mahkamah Agung pernah menolak argumen Trump bahwa catatan keuangannya selama delapan tahun dari kantor akuntan Mazars USA harus dilindungi dari panggilan pengadilan karena statusnya sebagai presiden.

The New York Times bulan lalu menerbitkan artikel yang mengungkapkan bahwa Trump hanya membayar pajak senilai US$ 750 tahun 2016 dan 2017 dan tidak ada pembayaran pajak di tahun-tahun lain selama satu dekade lebih.

Eksposur itu juga mengatakan selama empat tahun ke depan, Trump menghadapi pembayaran utang yang secara pribadi harus dibayar senilai US$ 400 juta.



Simak Video "Tekad Trump Mati-matian Pertahankan Kursi Kepresidenan"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)