Beda Ramalan Pemerintah dan IMF soal Ekonomi RI

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 14 Okt 2020 13:04 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi pertumbuhan ekonomi secara kumulatif atau sampai September 2018 sebesar 5,17%.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

International Monetary Fund (IMF) merevisi kembali proyeksi ekonomi global pada tahun ini. Termasuk untuk negara berkembang seperti Indonesia.

IMF meramal jika pertumbuhan ekonomi Indonesia akan minus hingga 1,5% pada tahun ini. Prediksi ini lebih dalam dibandingkan prediksi Juni lalu yang menyebut ekonomi Indonesia hanya minus 0,3%.

Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath ekonomi global akan minus 4,4% pada 2020. Kemudian seluruh negara berkembang akan kontraksi tahun ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani juga telah melakukan revisi pada proyeksi perekonomian Indonesia kuartal III. Sebelumnya ekonomi Indonesia diprediksi minus 1,1% hingga positif 0,2%.

Namun revisi menjadi minus 1,7% hingga minus 0,6%. "Ini artinya negatif teritory terjadi pada kuartal III dan kemungkinan masih berlangsung pada kuartal IV dan kita berusaha mendekati nol atau positif," jelas dia.

Jika proyeksi ekonomi kuartal III 2020 benar-benar terjadi negatif, maka Indonesia masuk ke dalam resesi ekonomi. Hal ini karena pada kuartal II kemarin Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang minus 5,3%.

(kil/fdl)