Pembelaan Kemenkeu soal Utang Luar Negeri RI Terbesar di Dunia

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 14 Okt 2020 19:45 WIB
Menkeu Sri Mulyani Indrawati pastikan ekonomi nasional resmi resesi pada kuartal III-2020. Hal itu menyusul revisi proyeksi yang dilakukan Kementerian Keuangan.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indonesia masuk dalam daftar 10 negara dengan pendapatan rendah-menengah yang memiliki utang luar negeri (ULN) terbesar di dunia. Daftar itu tertuang dalam laporan International Debt Statistics (IDS) 2021 atau Statistik Utang Internasional yang dirilis oleh Bank Dunia alias World Bank (WB).

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) klaim utang luar negeri (ULN) Indonesia masih kecil dibandingkan dengan negara-negara yang masuk dalam G-20.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Kemenkeu, Rahayu Puspasari mengatakan laporan ini berisi data dan analisis posisi utang negara di dunia di mana dalam salah satu bagian laporan menyebutkan perbandingan beberapa negara berpendapatan kecil dan menengah dengan ULN terbesar, termasuk Indonesia.

"Laporan perbandingan yang dimaksud tidak menyertakan negara-negara maju melainkan negara-negara dengan kategori berpendapatan kecil dan menengah, sehingga terlihat bahwa posisi Indonesia, masuk dalam golongan 10 negara dengan ULN terbesar," kata Puspa seperti yang dikutip dari keterangan resmi Kemenkeu, Rabu (14/10/2020).

Di samping itu, Puspa mengatakan struktur ULN Indonesia tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 88,8% dari total ULN. Pemerintah mengelola utang dengan prinsip kehati-hatian (pruden) dan terukur (akuntabel).

Pada paparan perbandingan tersebut, dikatakan Puspa terlihat bahwa utang Indonesia di antara negara-negara tersebut terhitung besar karena ekonomi Indonesia masuk dalam kelompok negara G-20 pada urutan ke-16.

Merujuk pada publikasi bersama Kemenkeu dan BI, yaitu Statistik Utang LN Indonesia (SULNI), utang LN Indonesia terdiri dari ULN pemerintah pusat, BUMN dan Swasta. Posisi ULN pemerintah pusat hingga Desember 2019 sebesar US$ 199,88 miliar atau hanya 49% dari total ULN Indonesia.

Perlu diketahui bahwa data publikasi IDS Bank Dunia didasarkan pada data SULNI tersebut. Pemerintah berulang kali menjelaskan bahwa data ULN dalam SULNI dimaksud tidak hanya terdiri dari ULN Pemerintah, namun termasuk data ULN BI, BUMN, dan swasta.

Selanjutnya
Halaman
1 2