Imunisasi COVID-19 Dinilai Bantu Pulihkan Ekonomi Nasional

Faidah Umu Safuroh - detikFinance
Kamis, 15 Okt 2020 11:55 WIB
Vaccine and syringe injection It use for prevention, immunization and treatment from COVID-19
Ilustrasi vaksin/Foto: Getty Images/iStockphoto/kiattisakch
Jakarta - Indonesia adalah negara kelima yang dianggap kontraksi ekonominya lebih rendah dari yang lain. Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi (KPCPEN) Airlangga Hartarto mengatakan saat ini terlihat ada recovery daripada Purchasing Manager Index (PMI). Meskipun turun sedikit karena adanya PSBB.

Saat press conference virtual Update Komite KPCPEN: Vaksin COVID-19, Protokol Kesehatan, Antisipasi Banjir di Media Center Satgas Penanganan COVID-19, Graha BNPB Jakarta, Senin (12/10), ia mengatakan ekonomi akan membaik pada saat sains dan teknologi sudah bekerja.

"Dalam konteks pandemi ini adalah imunisasi," ucapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2020).

Sebagai langkah utama menghadapi dan menjinakkan pandemi COVID-19, lanjutnya, pemerintah bekerja keras untuk melakukan imunisasi yang akan dilakukan secara bertahap.

Begitu ada imunisasi, diperkirakan banyak individu bisa memiliki kekebalan tubuh atas suatu penyakit. Lalu, ketika banyak orang sudah diimunisasi, terbentuklah kekebalan kelompok (herd immunity).

Menurutnya, terbentuknya kekebalan kelompok menjadi modal penting untuk memulihkan ekonomi. Dengan adanya imunisasi ini maka akan menumbuhkan optimisme.

"Dan optimisme itu dampak positifnya dua, yaitu terhadap penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi. Sehingga yang terlihat adalah optimisme bahwa di tahun 2021 nanti dengan mulainya imunisasi, perekonomian Indonesia akan tumbuh 4,5%-5,5%," pungkasnya.

Simak Video "Uji Coba Vaksin Sinovac Selesai, Vaksin Corona Menunggu Hasil Efikasi"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)