3 Fakta BUMN RI Keroyokan Garap Megaproyek di Afrika

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 15 Okt 2020 17:30 WIB
BUMN PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dipercaya pemerintah Aljzair membangun hunian di negara benua Afrika itu. Yuk intip proyeknya.
Ilustrasi/Foto: Wijaya Karya

2. Nilai Proyek

Budi juga menambahkan proyek dengan nilai total sekitar US$ 11 Miliar ini akan dikerjakan dimulai Fase I dengan target 4 tahun mulai tahun 2021. Fase I yang akan dikerjakan meliputi proyek kereta api Kinshasa Urban Loop Line yakni transportasi di daerah perkotaan kemudian dilanjutkan jalur Kinshasa menuju Matadi Port dan Banana Port.

"Panjang jalur kereta untuk fase pertama ini sekitar 580 kilometer dengan target Kinshasa Urban Loop Line dan jalur kereta menuju Matadi Port dan Banana Port. Setelah Fase I nanti kita lanjutkan ke fase berikutnya hingga total jalurnya 4100 kilometer terbangun mencakup wilayah utara dan selatan DRC," jelasnya.

3. Proyek PLTS

Selain proyek perkeretaapian PT INKA (Persero) turut serta juga dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 200 Mega Watt peak (MWp) di Kinshasa, DRC, Afrika. PT Len Industri (Persero), PT Barata Indonesia (Persero), dan PT INKA (Persero) merupakan konsorsium yang akan mengerjakan proyek tersebut.

Acara groundbreaking proyek PLTS tersebut dilangsungkan pada tanggal 19 Agustus 2020 bertempat di daerah Kinshasa, pada kesempatan tersebut hadir presiden DRC, Mr. Felix Tshisekedi, CEO TSG Global Hodings Dr. Rubar Sandi, dan disaksikan pula oleh pejabat dari instansi terkait.

Budi mengatakan selain untuk memasok kebutuhan listrik masyarakat sekitar, PLTS tersebut ketika nanti sudah beroperasi, juga akan dimanfaatkan dalam pasokan listrik di sektor transportasi yakni untuk mendukung operasional sarana kereta salah satunya KRL (Kereta Rel Listrik).

Diketahui, ekspansi ke DRC ini akan menambah supply record PT INKA (Persero) ke pasar luar negeri setelah 250 Kereta Bangladesh kemarin dikirim awal Oktober 2020. Proyek lain yang sedang dikerjakan PT INKA (Persero) yakni 3 Lokomotif dan 15 Kereta Commuter ke Filipina senilai Rp 363 Miliar dan 31 Trainset LRT untuk PT KAI (Persero) sebesar Rp 3,9 triliun.

Halaman

(das/eds)