Pemerintah Dorong Sepeda Masuk Jaringan Transportasi Publik

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 15 Okt 2020 16:10 WIB
Warga bersepeda di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (4/10/2020). Aktivitas warga yang berolahraga di kawasan tersebut masih ramai saat PSBB Ketat.
Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Selama masa Pandemi COVID-19, masyarakat kian sadar bahwa penggunaan sepeda sebagai alat transportasi bukan sekadar hobi atau memenuhi gaya hidup, tapi juga bisa bermanfaat untuk mendukung mobilitas. Kini, masyarakat kian terbiasa menjadikan sepeda sebagai alat transportasi alternatif, terutama untuk jarak-jarak yang masih terjangkau.

Kepala BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek) Kemenhub (Kementerian Perhubungan) Polana B. Pramesti menilai banyaknya masyarakat yang menggunakan sepeda sebagai alat transportasi merupakan fenomena yang positif.

"Karena itu, BPTJ akan mengupayakan kebiasaan bersepeda masyarakat yang mulai tumbuh menjadi budaya bersepeda," kata dia, saat meninjau kesiapan Bus JR Conn yang menyediakan bagasi gratis bagi penumpang yang membawa sepeda lipat di Halte Hollywood Junction Jababeka, Cikarang Kabupaten Bekasi, Rabu (14/10/2020).

Turut mendampingi Polana, Kepala Humas BPTJ Budi Rahardjo, perwakilan PPD, Sinar Jaya dan PT Jababeka Infrastruktur.

Lebih lanjut Polana mengatakan, antusiasme masyarakat yang tinggi dalam bersepeda tidak hanya terkait dengan masalah kesehatan selama masa pandemi, tapi juga menyangkut pada sistem transportasi massal perkotaan.

Dalam sistem transportasi massal, kata Polana, bersepeda dan berjalan kaki merupakan bentuk dari Non Motorized Transportation (NMT) yang digunakan pada tahapan first mile dan last mile saat berproses menggunakan transportasi publik.

"Pemanfaatan Non Motorized Transportation akan mendatangkan benefit kesehatan secara publik maupun personal. Secara publik akan mengurangi polusi dan secara personal akan meningkatkan gerak tubuh untuk kesehatan," tutur dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2