Pengusaha Ancang-ancang Tak Naikkan Upah Minimum Tahun Depan

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 16 Okt 2020 18:20 WIB
daftar ump 2020
Foto: Fuad Hasim/Tim Infografis
Jakarta -

Pengusaha ancang-ancang untuk tidak menaikkan upah minimum provinsi (UMP) pada 2021. Hal itu mempertimbangkan faktor pertumbuhan ekonomi yang masih negatif.

Wakil Ketua Umum Kadin bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Anton J Supit mengatakan, jika mengikuti Peraturan Pemerintah (PP) 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, mungkin UMP justru turun bila melihat indikator pada pertumbuhan ekonomi dan inflasi saat ini.

Tapi menurutnya jalan tengah yang dapat diambil adalah UMP tahun depan tidak naik tapi sama dengan UMP tahun ini.

"Ya saya kira kita paham lah, kita kalau mengikuti (PP 78) itu betul mungkin mesti malah mengalami penurunan kan. Tetapi ya kita ya sudahlah tetap saja di angka yang sama dengan tahun sekarang ini," kata dia saat dihubungi detikcom, Jumat (16/10/2020).

Menurutnya di situasi sulit seperti saat ini memang solusi yang paling tepat adalah tidak ada kenaikan UMP pada tahun depan.

Namun pihaknya sebagai pengusaha tetap mengacu pada kesepakatan bersama dan tidak mengambil keputusan secara sepihak. Biasanya penetapan UMP ini diputuskan di level Dewan Pengupahan Nasional yang terdiri dari perwakilan pemerintah, pengusaha dan buruh.

"Saya kira begini, kita kan selalu melihat kondisi ekonomi. Kalau sekarang ekonomi lagi sulit malah terjadi PHK dimana-mana, pertumbuhan ekonomi negatif, saya kira itu dengan tidak naiknya UMP satu solusi yang baik," lanjutnya.

"Nah upah minimum ini adalah sebenarnya safety net. Jadi kalau terjadi deflasi sebenarnya dengan apa yang ada kan tidak merugikan kan," tambahnya.

Sebelumnya Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan, besaran upah minimum tahun 2021 kemungkinan besar sama dengan tahun 2020. Ia mengaku, hal itu yang diusulakan oleh Dewan Pengupahan Nasional.

"Kalau usulan yang kami ketahui dari Dewan Pengupahan Nasional, itu mengusulkan di tahun 2021 itu upah minimumnya sama dengan 2020. Itu yang kami ketahui," kata Hariyadi dalam konferensi pers UU Cipta Kerja, di gedung Kadin Indonesia, Jakarta, Kamis (15/10/2020).

(toy/dna)