Terpopuler Sepekan

Sebab Musabab Stephen Chow yang Bergelimang Harta Bisa Bangkrut

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Sabtu, 17 Okt 2020 11:30 WIB
Stephen Chow
Foto: dok. Istimewa
Jakarta -

Aktor sekaligus sutradara Hong Kong, Stephen Chow kini bangkrut. Hal itu disebabkan dirinya terlilit banyak utang. Bahkan pemeran film Kungfu Hustle ini digugat pailit.

Nasib tersebut pun harus diterima Stephen Chow. Meskipun pria yang dijuluki raja komedi ini sebelumnya memiliki harta yang jauh lebih besar dari total utangnya. Utang itu berasal dari investor sekaligus mantan pacarnya, Yu Man Fung, dengan nilai HK$ 270 juta (SG$ 47,4 juta) atau setara dengan Rp 511,9 miliar (kurs Rp 10.800).

Dalam catatan detikcom, aktor berjuluk 'Raja Komedi' ini menerima bayaran US$ 82 juta antara periode Juni 2018 hingga Juni 2019. Kekayaan bersihnya diperkirakan mencapai US$ 245 juta atau setara Rp 3,43 triliun (kurs Rp 14.000) saat itu.

Masalah keuangan pemeran utama film Kungfu Hustle dan Shaolin Soccer ini ditengarai mulai tahun 2012 saat Manfung menggugat HK$ 80 juta (S$ 14 juta) yang diklaim sebagai komisi atas penjualan rumah mewah di The Peak, Hong Kong.

Karena Stephen telah tinggal di rumah itu, Manfung merasa berhak mendapat bayaran 10% nya yang berarti HK$ 80 juta. Namun, Manfung mengaku baru menerima HK$ 10 juta (1,75 juta) sejauh ini.

Stephen Chow mengatakan, jumlah tersebut dibuat atas niat baik dan ditolak. Kasus ini masuk pengadilan pada November mendatang.

Tak berhenti di situ, Stephen juga terlilit utang kepada investor. Pada 2016 lalu, terjadi penandatangan perjanjian di mana investor yang berkomitmen investasi sebesar HK$ 1,33 miliar (S$ 230 juta) di perusahaan Stephen akan mendapatkan keuntungan sebesar HK$ 1,04 miliar (S$ 180 juta) setelah empat tahun.

Menurut sumber, segala sesuatunya berjalan cukup lancar dalam tiga tahun pertama, dengan perusahaan mencatat keuntungan total sebesar HK$ 670 juta (S$ 117 juta). Namun di tahun ke empat, investor hanya menerima HK$ 160 juta (S $ 30 juta) karena pandemi yang telah memukul industri film global.

Dengan perjanjian yang berakhir dan Stephen tidak dapat memenuhi targetnya, investor sekarang mengejarnya karena kekurangan uang. Bahkan, mereka minta agar dia membeli kembali saham mereka.

Pada bulan Juni, ada laporan bahwa Stephen telah menggadaikan rumahnya di puncak bukit dan tidak punya masalah membayar utangnya. Ada pembeli yang tertarik dengan rumahnya yang seharga HK$ 1,1 miliar (S$ 198 juta) tetapi Stephen tidak tergerak untuk menjualnya.

(hek/eds)