Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 17 Jul 2019 09:45 WIB

Kisah Inspiratif

Kisah Suram Si Raja Komedi yang Kini Berharta Triliunan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Stephen Chow/Foto: Instagram Stephen Chow/Foto: Instagram
FOKUS BERITA Sukses dan Kaya Raya
Jakarta - Pernah nonton Shaolin Soccer? Atau, Kung Fu Hustle? Bagi mereka yang pernah menonton film ini pasti kenal Stephen Chow. Aktingnya yang memukau serta aksinya yang konyol membuatnya dikenal banyak orang.

Selain aktor, pria yang dijuluki 'Raja Komedi' ini juga dikenal sebagai sutradara sukses. Tak heran, kombinasi ini membuatnya tercatat sebagai salah satu aktor terkaya.

Dari berbagai sumber, Chow tercatat menerima bayaran US$ 82 juta antara periode Juni 2018 hingga Juni 2019. Kekayaan bersihnya diperkirakan mencapai US$ 245 juta atau setara Rp 3,43 triliun (kurs Rp 14.000).

Meski sukses, masa kecil Chow jauh dari kata bahagia. Chow lahir 22 Juni 1962 di Hong Kong. Setelah orang tuanya bercerai, ia dibesarkan dalam rumah proyek pemerintah oleh ibu dan neneknya.

Sebagai seorang laki-laki, ia banyak menonton film kung fu. Dia mengidolakan Bruce Lee dan Wang Yu. Usai menonton Lee Fists of Fury ia memutuskan untuk mengikuti jejak idolanya dan berniat menjadi aktor.



Dia mulai mempelajari wing chun tetapi tidak pernah menjadi ahli. Setelah lulus dari sekolah menengah, Chow mengikuti audisi untuk mengambil kelas akting yang disponsori oleh TVB sebuah stasiun televisi Hong Kong.

Setelah selesai, dia diberi peran pada 430 Space Shuttle sebuah acara televisi anak-anak pada tahun 1983. Dia berada di program ini hingga tahun 1988.

Chow semakin populer dan mendapat peran di televisi lainnya. Kemudian, ia juga mendapat peran di beberapa film. Peran pertamanya pada film All for the Winner tahun 1990 yang menjadikannya sebagai aktor komedi.

Karir Chow meningkat pesat sejak saat itu bahkan ia tidak hanya terkenal di Hong Kong. Lalu, ia mulai menjajaki profesi sebagai sutradara.

Nama Chow semakin melejit dan bersaing dengan dua nama besar seperti Jackie Chan dan Jet li. Dua nama ini besar mampu memikat penonton khususnya di Amerika Serikat. Chan misalnya, terkenal dalam film Rush Hour dan Shanghai Noon. Sementara, Li dalam film Romeo Must Die, The One, dan Hero.



Namun berbeda dengan Chow, ia sulit menembus ke sana karena sejumlah alasan. Di Kanada ia ditolak karena disebut berafiliasi dengan triad atau mafia Hong Kong. Dia pun mundur dan membuat film di Hong Kong.

Singkat cerita, Chow kemudian memiliki ide menggabungkan olahraga sepak bola dengan kung fu. Alhasil lahirlah Shaolin Soccer. Shaolin Soccer film ke-50 Chow meraup US$ 8 juta di Hong Kong, US$ 21 juta di negara tetangga Jepang, dan US$ 40 juta di seluruh Asia. Shaolin Soccer juga membawa Chow menjadi perhatian Hollywood. Studio Miramax membeli hak distribusi dan merencanakan rilis film tahun 2002.

Namun, studio kemudian mengurangi film dan merilisnya pada tahun 2004. Pada saat itu, banyak yang telah melihat versi bajakan dari film tersebut. Debut Chow untuk Amerika gagal.

Dengan dukungan dan uang Sony, Kung Fu Hustle pun diciptakan. Kung Fu Hustle perdana pada tahun 2004 dan menghasilkan US$ 7,7 juta di Hong Kong pada akhir pekan pembukaannya. Ia menggantikan Shaolin Soccer sebagai film terlaris sepanjang masa di Hong Kong.

Kung Fu Hustle terus memecahkan rekor ketika debutnya di Sundance Film Festival di mana ia menjadi favorit penggemar dan mendapat sambutan hangat dari seluruh Amerika Serikat. Film ini meraup lebih dari US$ 15 juta hanya di Amerika Serikat saja pada tahun 2005. Chow akhirnya mencapai tujuannya untuk menunjukkan film-filmnya kepada penonton internasional.



Simak Video "Menyentuh! Pengamen Biola Tunanetra Ini Santuni Anak Yatim"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
FOKUS BERITA Sukses dan Kaya Raya
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com