Krisis Global Mengintai Imbas Pandemi, Pengusaha Harus Apa?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 17 Okt 2020 16:45 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Resesi ekonomi terburuk pernah terjadi pada periode 1930an. Saat itu ekonomi global menyusut hingga 4,4%. Tim PwC telah menyusun lima poin untuk memastikan agar bisnis tidak terpengaruh oleh krisis global berikutnya yang saat ini dipengaruhi oleh pandemi COVID-19.

Mengutip World Economic Forum, Sabtu (17/10/2020), disebutkan jangan pernah menganggap robot dan teknologi sebagai musuh. Teknologi disebutkan akan membantu bisnis untuk bertahan dari ancaman krisis.

Ada lima poin penting dari PwC yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan diri dari sekarang:

  • Mengamati kondisi pandemi secara lengkap mulai dari dampak sampai prediksi ke depan. Perusahaan juga harus melihat seluruh bagian bisnis mulai dari kondisi pegawai hingga supplier rekanan. Hal ini dapat digunakan untuk rencana jangka panjang dan menciptakan peluang baru jika terjadi krisis di masa depan.
  • Jadikan teknologi sebagai pegangan baru. Hal ini karena manusia dan mesin harus terus berkolaborasi untuk menciptakan pekerjaan yang efisien.
  • Perusahaan harus mampu meningkatkan pengolahan data. Artificial Inteligence berperan penting untuk membantu manusia menganalisis data yang dihasilkan oleh teknologi.
  • Membangun kepercayaan dalam penggunaan data. Maksudnya, konsumen harus merasa yakin jika data mereka aman di tangan anda.
  • Perusahaan juga harus meminimalisir ketakutan terhadap kemungkinan gagal yang akan dialami ke depannya.

"Jika gagal maka segera ulangi pekerjaan anda. Lakukan inovasi baru dan berubahlah maka ada potensi keuntungan besar dan tidak boleh takut gagal," kata PwC.

Laporan di Forum Ekonomi Dunia bertajuk Data Science in the New Economy menyebut jika pada 2022 pekerja manusia akan mengarah ke proses otomatis dan membagi beban kerja dengan teknologi. Hal ini justru akan menciptakan peranan baru bagi manusia yang berkolaborasi dengan teknologi.

(kil/eds)