ADVERTISEMENT

Perajin Telur Asin Brebes Beli Bahan Baku dari Luar Daerah, Kenapa?

Imam Suripto - detikFinance
Senin, 19 Okt 2020 17:22 WIB
Telur itik, bahan baku pembuatan telur asin
Foto: Imam Suripto/detikcom: Telur itik, bahan baku pembuatan telur asin

Hal senada dikatakan Hendra Purnama (74) penjual sekaligus pembuat telur asin asal Desa Pebatan Wanasari. Menurutnya, produksi telur asin di Brebes tidak ditunjang dengan jumlah produksi yang cukup. Sehingga peluang bisnis bahan baku telur asin ini dipegang oleh peternak derah lain.

"Produksi telur asin di sini kan cukup banyak. Ini harusnya produksi telur (itik) mentahnya juga mencukupi, jadi tidak ambil dari luar. Seperti saya ini kan kalau mengandalkan telur lokal tidak bakal cukup. Jadi ya terpaksa ambil dari luar daerah," ulas Hendra Purnomo.

Usaha telur asin ini, imbuh Hendra, merupakan bisnis yang lumayan. Bila peternak lokal mampu memproduksi telur dalwm jumlah banyak dan kualitas bagus, akan bisa meningkatkan perekonomian warga, mulai dari peternak sampai ke tingkat pengecer.

Ditemui terpisah, Kabid UMKM Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan, Nani Nuryati mengungkapkan, jumlah pelaku usaha pembuatan telur asin di Brebes saat ini sebanyak 150 usaha. Dari seluruh perajin yang ada, mereka mampu memproduksi telur asin sebanyak 3,4 juta butir per bulannya.

Dengan tingginya kebutuhan bahan baku ini, kata Nani para perajin memang banyak yang membeli dari Jawa Timur. Alasan dia, produksi telur itik Brebes belum mampu memebuhi permintaan pebutuhan perajin telur asin.

"Kebetulan telur itik dari Jawa Timur ternyata cocok dibuat telur asin. Kemudian produksi telur di sana juga banyak dan bisa memenuhi kebutuhan para perajin," jelas Nani.

Sementara, ditemui di kantornya, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Brebes, drh Ismu Subroto menerangkan, produksi telur itik di Brebes, memang belum bisa mencukupi untuk memenuhi permintaan perajin telur asin.

Data di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, dari seluruh peternak itik yang ada bisa memproduksi sekitar 1 juta butir per bulannya. Jumlah produksi ini jauh dari kebutuhan untuk telur asin yang mencapai 3,4 juta butir per bulan.

"Dengan produksi itu memang belum mencukupi untuk pembuatan telur asin. Data di kami, telur itik lokal yang dihasilkan baru 1 juta," ucap Ismu Subroto.

Ke depan, Pemkab akan meningkatkan produktifitas itik melalui program Prabu (Peranakan Itik Brebes Unggul). Program ini diharapkan bisa mengejar produksi agar bisa memenuhi kebutuhan pasar.

"Itik Brebes unggul ini memiliki produktifitas mencapai 80 persen. Jadi diharapkan bisa menggenjot produksi telur Brebes," pungkasnya.


(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT