1 Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, Bagaimana Perekonomian RI?

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 20 Okt 2020 08:30 WIB
Presiden Joko Widodo panggil sejumlah menteri untuk bahas peringkat kemudahan berusaha di Indonesia. Wishnutama hingga Edhy Prabowo hadir di rapat tersebut.
Foto: Rengga Sancaya

Ketimpangan semakin meningkat karena orang kaya terus menabung di bank dengan lebih sedikit membelanjakan uang nya.

Sementara itu masyarakat miskin tidak memiliki cukup tabungan. Paska pandemi ketimpangan aset makin melebar. Mengutip riset Lifepal.co.id disebutkan jika kenaikan jumlah simpanan di bank umum melebihi rata-rata Maret dan Agustus 2020.

"Peningkatan jumlah simpanan pada Agustus 2020 mencapai 11,28%, lebih tinggi dari kenaikan bulan yang sama tahun 2017 sebesar 9,92%, 2018 6,63% dan 2018 7,57%," tulis riset tersebut. Kemudian saat pandemi, walaupun 7days reverse repo rate sebesar 4,39% simpanan justru melonjak 11,28%.

Menurut Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro, hal ini terjadi karena nasabah menengah ke atas terus menabung di bank. Angkanya mencapai Rp 373 triliun atau naik 3 kali lipat dibandingkan tahun lalu. Menurut data Andry, penabung di atas Rp 5 miliar itu berasal dari kategori nasabah institusi dan individu. Bahkan untuk disepanjang Agustus saja jumlah penabung kategori itu meningkat Rp 149 triliun.

"Meningkatnya tabungan para miliarder itu mengindikasikan bahwa masyarakat menengah ke atas saat ini lebih memilih untuk mengamankan uangnya. Mereka masih khawatir untuk membelanjakan uangnya," jelas dia.

Halaman


Simak Video "Indef Rilis 7 Menteri Jokowi Paling Disorot Negatif oleh Netizen"
[Gambas:Video 20detik]

(kil/fdl)