Setahun Jokowi-Ma'ruf: Setoran Pajak Masih Seret

Tim Detikcom - detikFinance
Selasa, 20 Okt 2020 10:25 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Maruf Amin bersama para menteri Kabinet Indonesia Maju menggelar Sidang Kabinet Paripurna di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (14/11/2019). Sidang kabinet itu terkait Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Hari ini, tepat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin satu tahun memimpin pemerintahan Indonesia periode 2019-2024. Banyak hal yang terjadi dalam perjalanan satu tahun Jokowi-Ma'ruf Amin dalam memimpin tanah air.

Beberapa hal yang terjadi di satu tahun pertama ini juga bisa dibilang menjadi tantangan pemerintah dalam menjalankan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun 2020, yang saat ini sudah berjalan hingga Oktober dengan realisasi September.

Dari sisi penerimaan perpajakan atau pajak dan cukai, pemerintahan kabinet Indonesia maju baru berhasil mengumpulkan Rp 892,4 triliun atau 63,5% dari target Rp 1.404,5 triliun yang tercatat di Perpres Nomor 72 Tahun 2020. Angka ini realisasi per September tahun ini.

Berdasarkan catatan pemberitaan detikcom hingga Selasa (20/10/2020), total penerimaan pajak mencapai Rp 750,6 triliun atau 62,6% dari target Rp 1.198,8 triliun. Sementara penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp 141,8 triliun atau 68,9% dari target Rp 205,7 triliun.

Total penerimaan pajak ini mengalami penurunan sebesar 16,9% secara tahunan atau year-on-year (YoY). Turunnya penerimaan pajak ini disebabkan penerimaan pajak penghasilan (PPh) Migas yang terkontraksi 45,3% YoY. Sementara pajak non migas turun 15,4% YoY.

Khusus penerimaan pajak, realisasi yang mencapai Rp 750,6 triliun ini berasal dari PPh Migas Rp 23,6 triliun atau 74,2% dari target Rp 31,9 triliun. Sedangkan dari pajak non migas mencapai Rp 727,0 triliun atau 62,3% dari target Rp 1.167,0 triliun.

Untuk pajak non migas yang mencapai Rp 1.167,0 triliun ini terdiri dari PPh non migas sebesar Rp 418,2 triliun atau 65,5% dari target Rp 638,5 triliun. Pajak pertambahan nilai (PPN) Rp 290,3 triliun atau 57,2% dari target Rp507,5 triliun. Pajak bumi dan bangunan (PBB) Rp 14,0 triliun atau 104,4% dari target Rp 13,4 triliun. Pajak lainnya Rp 4,5 triliun atau 59,7% dari target Rp 7,5 triliun.

Sedangkan dari kepabeanan dan cukai sudah mencapai Rp 141,8 triliun atau baru mencapai 68,9% dari target Rp 205,7 triliun. Secara total angka ini masih naik 3,8% YoY.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Catat! Ini 7 Wilayah yang Berlakukan Pemutihan Denda Pajak Kendaraan"
[Gambas:Video 20detik]