Masalah Tenaga Kerja jadi PR The Next Presiden AS

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 20 Okt 2020 14:13 WIB
Tenaga kerja di AS
Foto: Reuters
Jakarta -

Masalah mendesak yang harus segera diselesaikan Presiden Amerika Serikat selanjutnya yakni pasar tenaga kerja yang terus menurun. Tingkat pengangguran AS saat ini tercatat tinggi 7,9%, angka itu sama dengan tingkat pengangguran di depalan resesi sebelumnya.

"Kenyataan pahit adalah siapa pun presiden pada 20 Januari, masalah tenaga kerja adalah pekerjaannya cocok untuknya," kata Beth Ann Bovino, kepala ekonom AS S&P Global, dikutip dari CNN, Selasa (20/10/2020).

Faktanya, tingkat pengangguran pada April lalu 14,7% kurang mewakili kerapuhan pasar tenaga kerja AS. Saat ini pengangguran sangat khawatir bagaimana meningkatkan kesehatan anak-anak dan orang tua mereka jika mereka tidak memiliki penghasilan.

Menurut Bovino tingkat pengangguran diperkirakan akan pulih sebelum 2024. Dia menekankan mulai Januari 2021, pemerintahan baru perlu memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.

Adapun yang harus mereka lakukan diantaranya peningkatan stimulus baru. Sejauh ini pemerintah AS alot menetapkan stimulus tambahan selama berbulan-bulan. Kini Ketua DPR Nancy Pelosi mengatakan ada tenggat waktu 48 jam untuk mencapai kesepakatan jika RUU harus disahkan sebelum pemilihan.

Menurut laporan S&P jutaan orang AS membutuhkan bantuan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan mereka. Laporan itu juga menunjukan bahwa AS 30-35% berpeluang jatuh lagi ke jurang resesi.

Partai Demokrat AS telah mengusulkan paket stimulus sebesar US$ 2,2 triliun setara Rp 32.300 triliun (kurs Rp 14.770), yang akan mencakup peningkatan sementara untuk tunjangan pengangguran. Mengingat stimulus senilai US$ 600 yang diberikan per minggu telah berakhir pada Juli lalu. Sedangkan Partai Republik telah mengusulkan US$ 1,8 triliun (Rp 26.400 triliun).

Selanjutnya, pemerintahan baru harus meningkatkan infrastruktur. Joe Biden dan Presiden AS Donald Trump sebenarnya memiliki gagasan serupa untuk perdagangan dan infrastruktur. Baik Trump maupun Biden menjanjikan investasi infrastruktur, yang dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian.

Selanjutnya
Halaman
1 2