Pemkot Mojokerto Siapkan Rp 41 M untuk Pulihkan Ekonomi

Angga Laraspati - detikFinance
Selasa, 20 Okt 2020 17:12 WIB
Pemkot Mojokerto
Foto: Pemkot Mojokerto
Jakarta -

Pemerintah Kota Mojokerto telah menganggarkan dana APBD sebesar Rp 41 M untuk memulihkan kondisi ekonomi yang nantinya akan digunakan untuk program inkubasi bisnis di 2021. Program inkubasi tersebut bertujuan untuk memberikan pelatihan bisnis kepada masyarakat dan mendampinginya hingga mandiri.

Dana Rp 41 M tersebut akan dibagi untuk penanganan dampak ekonomi sebesar Rp 17 M yang bakal disalurkan melalui Dana Kelurahan dengan Diskoperindag, DKPP, Diskouminaker dan Disporabudpar sebagai pendamping. Sisanya yaitu Rp 24 M akan dianggarkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Fokusnya adalah kesehatan, UMKM, infrastruktur, pariwisata dan investasi di Kota Mojokerto," terang Kepala Bappeko Mojokerto, Agung Moeljono dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2020).

Lebih lanjut saat rapat program, Agung mengatakan pengalokasian dana tersebut telah sesuai dengan Permendagri Nomor 64 tahun 2020 tentang pedoman penyusunan APBD tahun anggaran 2021 dalam pasal 5 ayat 1 yang menginstruksikan pengalokasian anggaran yang memadai oleh Pemda demi tiga prioritas penanganan pandemi.

"Di antaranya, penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi terutama menjaga agar dunia usaha daerah tetap hidup dan penyediaan jaring pengaman sosial," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DRD (Dewan Riset Daerah) Mojokerto Ignatia Martha menuturkan kondisi pandemi ini sangat berimbas pada kelompok usaha UMKM, petani nelayan dan peternak. Sementara untuk sektor yang tetap tumbuh adalah industri informasi dan telekomunikasi, jasa keuangan dan asuransi jasa kesehatan dan pendidikan.

Kondisi tersebut tentunya akan membuat keterlambatan ekonomi menjadi tak dapat ditangani sehingga diperlukan langkah inovatif, salah satunya adalah inkubasi wirausaha yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Hasilnya akan membuat perekonomian menjadi stabil, kontribusi yang tinggi terhadap PDRB, potensi ekspor tinggi dan terpenting adalah penyerapan tenaga kerja," ungkapnya.

Menambahkan pernyataan dari Ignatia, Wakil Ketua DRD Suko Widodo menuturkan kunci kesuksesan inkubasi adalah dengan pendampingan pada setiap 100 rumah tangga dan harus memenuhi kualifikasi.

Koordinator Pemulihan Ekonomi Dampak Pandemi COVID-19 Pemkot Mojokerto Ani Wijaya pun membeberkan pelaksanaannya. Menurutnya, Pemkot saat ini sudah memasuki tahap prainkubasi dengan calon tenant atau peserta inkubasi sebanyak 8.500 rumah tangga. Nantinya Pemkot akan menyuntikan modal awal sebesar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta.

Ani menerangkan tenant yang terdaftar merupakan warga yang tidak memiliki pekerjaan ataupun penghasilan. Di sisi lain, Keluarga ASN/TNI/POLRI aktif tidak diperbolehkan menjadi penerima program ini.

Untuk hasil akhir dari program ini, Ani mengatakan Wali Kota Mojokerto menargetkan setengah dari 8.500 rumah tangga terdaftar tersebut bisa berhasil dalam berwirausaha secara mandiri.

"Targetnya mereka bisa menjadikan inkubasi wirausaha ini sebagai salah satu lahan untuk memperoleh pendapatan di era pandemi ini," pungkasnya.

(mul/ega)