Awas 'Jebakan' Libur Panjang di Akhir Bulan!

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 20 Okt 2020 17:20 WIB
Ilustrasi liburan
Ilustrasi/Foto: shutterstock
Jakarta -

Pemerintah sudah menetapkan tanggal 28 dan 30 Oktober 2020 mendatang sebagai cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sendiri jatuh pada 29 Oktober. Kemudian, tanggal 31 Oktober dan 1 November 2020 adalah hari Sabtu dan Minggu.

Melihat tanggal-tanggal di atas, maka totalnya ada 5 hari libur di akhir Oktober ini, mulai Rabu 28 Oktober, sampai Minggu 1 November 2020.

Tentunya, banyak orang yang sudah bersiap-siap untuk berlibur atau bertamasya. Apalagi, long weekend itu bertepatan dengan tanggal gajian. Menurut Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group, Andy Nugroho, tanggal tersebut memang cocok dimanfaatkan untuk berlibur.

"Kalau saya menyarankan tetap ada me time, tetap ada dana me time untuk rehat dari rutinitas. Itu dananya kurang lebih 10% dari dana bulanan. Dan sebelumnya kita juga nggak kemana-mana karena PSBB. Jadi mungkin dana itu tidak digunakan," kata Andy kepada detikcom, Selasa (20/10/2020).

Namun, untuk menjaga agar pengeluaran tidak membengkak, detikers harus menganggarkan biaya liburan terlebih dahulu.

"Anggarkan dulu berapa sih yang akan dihabiskan untuk liburan. Nah mungkin ada dana me time akumulatif dari bulan-bulan sebelumnya yang tidak terpakai. Jadi mungkin kita bisa siapkan 20% dari dana bulanan untuk liburan kali ini," jelas dia.

Langkah selanjutnya ialah memisahkan biaya kebutuhan bulanan ke rekening yang terpisah dengan rekening yang akan digunakan ketika liburan.

"Apa yang harus dilakukan biar ketika pulang liburan kita nggak kehabisan uang? Nah mulai anggarkan untuk tagihan listrik, cicilan, biaya sekolah anak, biaya makan, itu diamankan dulu. Dan sebisa mungkin diamankan ke rekening berbeda. Jadi kebutuhan bulan depan masih aman," imbuh Andy.

Dihubungi secara terpisah, Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan, tak ada ketentuan wajib di setiap long weekend dari cuti bersama, atau 'hari kejepit nasional' (Harpitnas) harus dimanfaatkan dengan berlibur.

Menurutnya, Harpitnas justru harus dimanfaatkan untuk melakukan hal produktif yang tak sempat dilakukan di hari-hari biasa.

"Kalau kebiasaan kita melihat tanggal merah kemudian langsung merancang spending, itu judulnya bulan depan pasti akan kesulitan untuk memenuhi biaya hidup. Apalagi Harpitnas panjang, pasti pengeluarannya rata-rata bengkak, 'ya namanya juga liburan', itu kalau konsumtif. Tapi kalau liburan itu Anda rajin liat tanggal merah, Anda rencana kebut contoh misalnya blogging, atau bikin vlog, atau podcast, produktif kan jadinya," kata Mike kepada detikcom.

Ia menegaskan, tak semua Harpitnas harus dimanfaatkan untuk berlibur. Menurutnya, liburan harus diatur polanya, baik 1-2 kali dalam setahun.

"Kecuali libur panjang Anda ganti. Jadi kalau peak season mahal. Jadi Anda kebalik strateginya.Tapi Anda pilih salah satu. Sama kayak belanja, ada belanja bulanan, mingguan, atau harian. Tapi kalau melakukan ketiga-tiganya. berapa duit itu perlunya? Pilih 2 di antara 3. kalau sudah belanja bulanan, ya mingguan nggak usah, pasangannya bisa sama harian. Atau kalau sudah belanja mingguan, ya bulanannya nggak usah. Atau salah satu. Jadi liburan juga begitu, masa iya liburan terus?" tutup Mike.

(eds/eds)