Kalah dari Malaysia & Singapura, Wirausahawan RI Cuma 3,1% dari Populasi

Angga Laraspati - detikFinance
Selasa, 20 Okt 2020 19:56 WIB
Lestari Moerdijat
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengatakan harus ada upaya menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Apalagi jumlah wirausahawan di Indonesia lebih sedikit dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Thailand.

"Krisis ekonomi di masa pandemi ini harus sesegera mungkin dicarikan solusinya. Salah satunya dengan cara menumbuhkan semangat masyarakat untuk membangun wirausaha," tutur Lestari dalam keterangannya, Selasa (20/10/2020).

Ia mengutip data dari Badan Pusat Statistik yang menunjukkan jumlah penduduk Indonesia yang menjadi wirausahawan baru sekitar 3,1 persen dari populasi atau kurang dari 2 juta wirausahawan.

Padahal, lanjutnya, bila mengacu kepada Entrepreneurship Global Index 2018 mencatat rasio wirausahawan di Malaysia, Thailand dan Singapura masing-masing 6 persen, 5 persen dan 7 persen dari populasi penduduk.

Legislator Partai NasDem ini juga mengatakan dalam membantu UMKM bangkit dari dampak pandemi, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah membuka kesempatan bagi yang ingin mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp 2,4 juta.

Dari data Kemenkop dan UMKM, bantuan program tahap II akan menyasar 3 juta pelaku usaha mikro dan hingga akhir 2020 program BLT untuk UMKM telah menjangkau 12 juta pelaku usaha mikro.

"Fasilitas tersebut harus sesegera mungkin bisa dimanfaatkan masyarakat. Tentu saja, dengan tetap menjaga transparansi dalam penyalurannya," tutur Rerie.

Ia juga menegaskan Pemerintah juga harus memberi tambahan keterampilan yang dibutuhkan para pelaku wirausaha untuk menumbuhkan ide kreatif dalam menyikapi kenormalan baru di masa pandemi ini. Dengan langkah tersebut, menurut Rerie, diharapkan peluang keberhasilan dalam membangun kembali UMKM di masa pandemi lebih besar.

"Tentu saja harus dibarengi dengan tetap menegakkan disiplin protokol kesehatan dalam pelaksanaannya," pungkas Rerie.

(mul/ega)