Biden atau Trump yang Menang, Ini PR Besar Pemerintah AS

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 20 Okt 2020 22:17 WIB
FILE - This combination of Sept. 29, 2020,  file photos shows President Donald Trump, left, and former Vice President Joe Biden during the first presidential debate at Case Western University and Cleveland Clinic, in Cleveland, Ohio. Amid the tumult of the 2020 presidential campaign, one dynamic has remained constant: The Nov. 3 election offers voters a choice between substantially different policy paths. (AP Photo/Patrick Semansky, File)
Foto: AP Photo/Patrick Semansky, File
Jakarta -

Pemilu Amerika Serikat (AS) tinggal menghitung hari. Siapapun yang terpilih nanti, Presiden baru AS punya pekerjaan mendesak yang mesti diselesaikan yakni memperbaiki pasar tenaga kerja.

"Kenyataan pahit adalah siapa pun presiden pada 20 Januari, pekerjaannya cocok untuknya," kata Beth Ann Bovino, kepala ekonom AS S&P Global mengutip CNN, Selasa (20/10/2020)

"Data pasar tenaga kerja menunjukkan ekonomi terperosok dalam pemulihan yang lemah, dengan tingkat pengangguran masih tinggi, di 7,9%, di atas atau sama dengan puncak delapan dari 11 resesi terakhir, " sambungnya.

Tingkat pengangguran AS memuncak sampai 14,7% pada April dianggap kurang mewakili kerapuhan pasar tenaga kerja AS. Mereka putus asa karena kurangnya pekerjaan yang tersedia, khawatir tentang tindakan pencegahan kesehatan, atau harus tinggal di rumah untuk merawat anak-anak atau kerabat lansia telah keluar dari angkatan kerja sama sekali.

Dalam laporan S&P disebutkan, jika menambahkan kembali semua orang yang telah keluar dari angkatan kerja sejak Februari dan menghitung mereka sebagai pengangguran maka tingkat pengangguran akan menjadi 10,3% bulan lalu.

Tingkat pengangguran diperkirakan tidak akan kembali ke tingkat pra pandemi sebelum 2024. Bovino mengatakan, mulai Januari, pemerintah perlu memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.

(acd/hns)