Pemerintah AS Gugat Google!

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 20 Okt 2020 23:15 WIB
Google: WHO dan Pemerintah AS Jadi Target Serangan Phising
Foto: DW (News)
Jakarta -

Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) dan 11 negara bagian mengajukan gugatan antitrust atau persaingan usaha terhadap Google Alphabet Inc. Google diduga melanggar hukum dalam menggunakan kekuatan pasarnya untuk menangkis saingan.

Mengutip Reuters, Selasa (20/10/2020), gugatan tersebut menandai kasus antitrust terbesar dalam satu generasi, sebanding dengan gugatan terhadap Microsoft Corp yang diajukan pada tahun 1998, dan kasus 1974 terhadap AT&T yang menyebabkan pecahnya Bell System.

Senator Republik Josh Hawley, seorang kritikus Google yang gencar, menuduh perusahaan mempertahankan kekuasaan melalui cara ilegal dan menyebut gugatan itu sebagai kasus antitrust paling penting dalam satu generasi.

Gugatan federal hari Selasa menandai momen kesepakatan langka antara pemerintahan Trump dan Demokrat. Senator AS Elizabeth Warren berkicau di Twitter pada 10 September, menggunakan tagar #BreakUpBigTech dan menginginkan tindakan yang cepat dan agresif.

Datang hanya beberapa hari sebelum pemilihan presiden AS, waktu pengajuan dapat dilihat sebagai isyarat politik memenuhi janji yang dibuat oleh Presiden Donald Trump kepada para pendukungnya untuk meminta pertanggungjawaban perusahaan tertentu atas tuduhan yang diduga mencekik suara konservatif.

Partai Republik sering mengeluhkan perusahaan media sosial termasuk Google mengambil tindakan untuk mengurangi penyebaran sudut pandang konservatif di platform mereka. Anggota parlemen telah berusaha, tanpa menjelaskan bagaimana, menggunakan undang-undang antitrust untuk memaksa Big Tech menghentikan dugaan pembatasan ini.

(acd/hns)