Sindir Trump, Obama Ngaku Bayar Pajak Lebih Gede Sejak Remaja

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 22 Okt 2020 13:33 WIB
Pilpres AS: Barack Obama tuding Donald Trump bikin reality show di Gedung Putih
Foto: BBC World
Jakarta -

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menyindir Presiden AS Donald Trump yang kini kembali maju dalam pilpres. Dia menyinggung soal pembayaran pajak penghasilan federal Trump yang yang hanya US$ 750.

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan dalam acara kampanye Joe Biden di Philadelphia. Obama dan Biden memang berada dalam satu partai yang sama yakni Partai Demokrat.

Awalnya Obama menyinggung kebijakan pengelolaan anggaran Trump yang fokus pada hubungan luar negeri. Padahal kontribusinya terhadap ekonomi domestik AS sangat kecil.

"Itu bukan ide yang bagus, memiliki presiden yang mengatur banyak uang untuk orang-orang di luar negeri, itu bukan ide yang bagus. Maksud saya, dari pajak yang dibayarkan Donald Trump, dia mungkin lebih banyak mengirim ke pemerintah asing dibanding apa yang dibayar ke AS," ucapnya seperti dilansir dari CNN, Kamis (22/10/2020).

Dari situ, kemudian Obama menyinggung catatan pajak penghasilan federal Trump. Pada tahun pertama dia menjabat sebagai presiden, Trump tercatat hanya membayar pajak US$ 750 atau sekitar Rp 10,8 juta (kurs hari ini Rp 14.500).

"Di tahun pertamanya dia di White House, dia hanya membayar US$ 750 dalam pajak penghasilan federal," tuturnya.

Obama kemudian membandingkan pajak yang dibayar saat dia masih remaja dengan jumlah pajak yang dibayar Trump saat menjadi presiden AS. Obama mengaku saat itu dia masih bekerja sebagai seorang pegawai Baskin Robbins.

"Saya bekerja pertama kali di Baskin Robbins saat saya berumur 15 tahun. Saya pikir saya membayar pajak lebih besar dari itu dengan bekerja hanya untuk mengeluarkan es krim dari dispenser. Bagaimana mungkin? Berapa banyak orang di sini yang membayar kurang dari itu?" tuturnya.

Obama pun mengajak warga Philadelphia untuk memilih Biden jika tidak ingin memiliki presiden yang membayar pajak untuk negaranya saja sungkan.

"Kabar baiknya adalah sekarang Anda dapat memilih perubahan. Sekarang Anda dapat memilih untuk teman saya Joe Biden," ucapnya.

(das/eds)