Cair! Industri Penerbangan Dapat Stimulus Rp 215 M

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 22 Okt 2020 17:05 WIB
ilustrasi
Ilustrasi/Foto: (Thinkstock)
Jakarta -

Akhirnya stimulus yang sempat dijanjikan pemerintah kepada industri penerbangan cair juga. Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Novie Riyanto mengumumkan bahwa pemerintah siap merealisasikan stimulus Rp 215 miliar mulai bulan ini.

Stimulus untuk industri penerbangan tersebut dibagi menjadi dua kategori yaitu subsidi pembebasan tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U) sebesar Rp 175 miliar dan bantuan kalibrasi Rp 40 miliar lebih untuk AirNav, AP I, dan AP II.

"Hal ini dilakukan dalam sektor transportasi udara dalam membangkitkan keberlanjutan usaha transportasi udara," ujar Novie dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (22/10/2020).

Stimulus PJP2U bagi para penumpang ini hanya berlaku pada keberangkatan dari 13 bandara saja. Bandara-bandara tersebut merupakan bandara pendukung pariwisata dengan harapan dapat membantu pemulihan ekonomi dan pariwisata di daerah.

"Stimulus PJP2U tersebut akan diberikan kepada seluruh penumpang yang membeli tiket melalui periode tanggal 23 Oktober local time hingga 31 Desember 2020 local time dengan tanggal keberangkatan sebelum 1 Januari 2021," terangnya.

Rincinya 13 bandara yang dimaksud adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng, Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Bandara Internasional Kualanamu Medan, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bandara Internasional Yogyakarta Kulon Progo, Bandara Internasional Halim Perdanakusuma Jakarta, kemudian Bandara Internasional Lombok Praya.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2