Umrah Mau Dibuka, Pengusaha Minta Pemerintah Perjuangkan Kuota

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 22 Okt 2020 18:10 WIB
CLARIFIES THAT THE UMRAH PILGRIMAGE CAN BE UNDERTAKEN AT ANY TIME OF THE YEAR -- In this photo released by Saudi Ministry of Hajj and Umrah, Muslims practice social distancing while praying around the Kaaba, the cubic building at the Grand Mosque during the first day umrah pilgrimages were allowed to restart, in the Muslim holy city of Mecca, Saudi Arabia, Sunday, Oct. 4, 2020. The umrah pilgrimage, or smaller pilgrimage, can be undertaken at any time of the year. A very small, limited number of people donning the white terrycloth garment symbolic of the Muslim pilgrimage circled Islams holiest site in Mecca on Sunday after Saudi Arabia lifted coronavirus restrictions that had been in place for months. (Saudi Ministry of Hajj and Umrah via AP)
Foto: AP Photo
Jakarta -

Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah (Amphuri) meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memperjuangkan kuota umrah yang pantas. Hal ini menyusul akan dibukanya umrah internasional pada 1 November mendatang.

Ketua Umum Amphuri Firman M Nur mengatakan pihaknya telah menggaungkan wacana kuota ini dari beberapa bulan ini.

"Kami dari awal beberapa bulan lalu ketika umrah akan dibuka telah berapa kali menggaungkan kepada pemerintah agar pemerintah dalam hal ini Kemenag atau Kemenlu memperjuangkan kuota yang pantas bagi Indonesia atas kesempatan ibadah umrah ke Tanah Suci," katanya dalam Media Visit Transmedia, Kamis (22/10/2020).

Pihaknya berharap ada kuota yang pantas karena sebelum umrah ditutup pada Februari 2020 lalu tidak ada batasan. Sebab, pemerintah Arab Saudi punya target 30 juta jemaah umrah per tahun.

"Umrah itu unlimited bahkan pemerintah Saudi membuka sebesar-besarnya kesempatan karena mereka punya visi 2030 mencapai 30 juta jemaah umrah setahun," ujarnya.

Pihaknya meyakini adanya pembatasan kuota umrah di masa pandemi seperti sekarang. Maka itu, ia meminta pemerintah memperjuangkan kuota yang pantas untuk Indonesia.

"Kita berharap karena ada pembatasan kuota, berharap pemerintah hadir memperjuangkan kuota yang pantas bagi Indonesia sebagai negara terbesar populasi muslimnya." terangnya.

(acd/ara)