Beda Nasib CGV dan XXI Usai Layar Bioskop Dibuka Lagi

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 23 Okt 2020 07:30 WIB
Sembilan bioskop di Kota Bandung, telah diijinkan beroperasi. Namun sepekan setelah dibuka, jumlah penonton bioskop masih rendah.
Ilustrasi/Foto: Wisma Putra
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta akhirnya memberikan izin kepada PT Graha Layar Prima Tbk (CGV Cinemas) untuk beroperasi. Pembukaan layanan tontonan bioskop ini batu pertama kali diterbitkan usai menutup selama tujuh bulan akibat pandemi COVID-19.

CGV Indonesia kembali membuka jaringan bioskopnya di DKI Jakarta pada tanggal 21 Oktober 2021. Izin operasi diterbitkan usai tim teknis Pemprov DKI Jakarta yang terdiri dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Kesehatan dan Dinas Kominfo menyimpulkan bahwa protokol kesehatan bioskop CGV telah sesuai dengan protokol kesehatan yang disarankan Pemprov DKI Jakarta.

CGV dan Cinepolis mengoperasikan layanan dengan kapasitas kursi yang dibuka hanya 25% dari masing-masing teater. Bagaimana dengan bioskop lainnya?

"XXI belum buka karena nggak punya film. Karena film nasional kita dan dari Amerika itu belum berani masuk bioskop kalau kapasitasnya 25%," kata Ketua GPBSI Djonny Syafruddin saat dihubungi detikcom, Kamis (22/10/2020).

Djonny menceritakan pihak XXI baru berani beroperasi kembali jika pemerintah di DKI Jakarta memberlakukan kapasitas penonton hingga 50%. Hal ini juga yang menjadi syarat dari pemasok film nasional dan film mancanegara.

Sikap CGV yang tetap beroperasi, dikatakan Djonny karena pasokan filmnya berasal dari negeri K-pop atau buah kerja sama yang selama ini terjalin.

"Jadi kuncinya di film. Jadi harus ada long term ke depan," jelasnya.

Dia menjamin, jika pemerintah memberlakukan kapasitas pengunjung minimal 50% dari masing-masing teater maka perusahaan bioskop bisa mengoperasikan diseluruh wilayah Indonesia.

"Kalau dia pasok 50% nanti kita distribusikan ke seluruh Indonesia dan mainnya bareng. Itu yang disukai masyarakat anak muda," ungkapnya.

Berdasarkan data GPBSI, jumlah pengoperasian XXI grup ada di 218 gedung dengan 1.182 layar. Sementara CGV ada di 68 gedung dengan 397 layar.

Cinepolis ada di 62 gedung dengan 308 layar, dan perusahaan bioskop lainnya termasuk yang independen ada di 37 gedung dengan jumlah layar sekitar 80-100.

"Jumlah bioskop kita itu di 32 provinsi, yang belum ada itu di Aceh dan Kalimantan Utara," katanya.

(hek/eds)