Resesi Nggak Ngefek! Investasi Belanda ke RI Gas Terus

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 23 Okt 2020 12:52 WIB
Sejumlah pekerja konstruksi melakukan aktivitas tanpa menggunakan peralatan keselamatan kerja di komplek Taman Ria, Senayan, Jakarta.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat Belanda masuk 5 besar negara yang paling banyak berinvestasi di Indonesia pada kuartal III-2020. Padahal perekonomian negara tersebut tidak bisa dikatakan baik-baik saja karena terimbas pandemi COVID-19.

Belanda telah terjun ke jurang resesi setelah mengalami kontraksi pada pertumbuhan ekonominya selama 2 kuartal berturut-turut. Mengutip Dutch News, ekonomi Belanda kontraksi 1,7% pada kuartal I-2020 yoy. Lalu mengutip Reuters, ekonomi Negeri Kincir Angin itu kembali kontraksi di kuartal II-2020 sebesar 9,3% yoy.

"Ini menarik juga, Eropa sekalipun pertumbuhan ekonomi mereka defisit tetapi animo gairah mereka untuk investasi di Indonesia itu cukup luar biasa. Belanda ini juga dijadikan sebagai beberapa negara menjadi hub sebenarnya," kata Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam paparan realisasi investasi secara virtual, Jumat (23/10/2020).

Belanda sebagai hub yang dimaksud Bahlil yakni, negara tersebut dijadikan sebagai gerbang bagi negara-negara Eropa untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

BKPM mencatat realisasi investasi Belanda di Indonesia sebesar US$ 0,5 miliar atau setara Rp 7,2 triliun, berdasarkan asumsi kurs yang digunakan BKPM yaitu Rp 14.400/US$.

Menurut Bahlil, derasnya investasi dari negara Eropa tersebut menunjukkan kepercayaan (trust) mereka terhadap Indonesia.

"Jadi ini terkait dengan trust, ini terkait dengan persepsi selama ini yang dibangun oleh pemerintah dengan melakukan perubahan-perubahan regulasi, ini sudah mulai dampaknya sudah bagus," tambahnya.

Sementara itu, 5 besar negara penyumbang investasi di Indonesia secara berurutan adalah sebagai berikut:

1. Singapura US$ 2,5 miliar
2. Tiongkok US$ 1,1 miliar
3. Jepang US$ 0,9 miliar
4. Hong Kong US$ 0,7 miliar
5. Belanda US$ 0,5 miliar

(toy/fdl)