Investasi di Pulau Jawa Merosot, Investor Kabur ke Mana?

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 23 Okt 2020 13:35 WIB
Bank Mandiri menurunkan proyeksi target pertumbuhan ekonomi di 2018 menjadi 5,16% dari yang sebelumnya dipasang sebesar 5,3%.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi di Pulau Jawa turun 12% dari Rp 112,1 triliun di kuartal III-2019 menjadi Rp 98,6 triliun pada kuartal III-2020.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menjelaskan tren tersebut disebabkan oleh investor yang mulai melakukan ekspansi ke luar Jawa. Berdasarkan data, investasi di luar Jawa memang tumbuh 17,9% dari Rp 93,6 triliun di kuartal III-2019 menjadi Rp 110,4 triliun di Kuartal III-2020.

"Kalau di Jawa terjadi penurunan ya kurang lebih sekitar 12% dari year on year. Jadi ini saya lihat bagus sekali ekspansi para investor di luar Jawa," dalam paparan realisasi investasi secara virtual, Jumat (23/10/2020).

Ada pergeseran pula porsi investasi di Jawa dan Luar Jawa. Jika pada kuartal III-2019, Jawa mendominasi investasi dengan persentase 54,5%, kini investasi luar Jawa membalik keadaan dengan persentase 52,8% dan Jawa 47,2%.

Bahlil menyatakan para investor dari dalam maupun luar negeri saat ini menempatkan investasinya tidak lagi hanya berfokus di pulau Jawa tapi sudah menyebar di luar pulau Jawa.

Hal itu tidak terlepas dari pembangunan infrastruktur yang sudah mulai merata di luar Jawa yang dibangun pada periode pemerintahan 2014-2019.

"Maka saya katakan bahwa pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi-JK dalam 5 tahun kemarin, sekarang sudah mulai dampaknya. Karena syarat mutlak untuk investor mau masuk itu ketika infrastrukturnya bagus, logistiknya bagus, kemudian bahan bakunya ada," tambahnya.

(toy/fdl)