Yuhuu! Tiket Pesawat Murah Sampai Akhir Tahun

Anisa Indraini - detikFinance
Sabtu, 24 Okt 2020 06:00 WIB
Pengembalian tiket pesawat Lion Air terus dilakukan di konter Lion Air di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Jumat (20/2/2015). Proses refund tersebut juga di kawal oleh puluhan Kopaskhas demi menjaga ketertiban dan keamanan wilayah bandara tersebut. (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Penumpang pesawat bebas dari tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau Passenger Service Charge (PSC) sejak 23 Oktober-31 Desember 2020. Otomatis tarif tiket pesawat yang dibebankan kepada masyarakat selama periode tersebut lebih murah.

Hal itu dikarenakan pemerintah telah meluncurkan stimulus penerbangan Rp 215 miliar. Stimulus diberikan dalam dua kategori yaitu subsidi pembebasan tarif PJP2U sebesar Rp 175 miliar dan bantuan kalibrasi Rp 40 miliar lebih untuk AirNav, Angkasa Pura I, dan Angkasa Pura II.

Kementerian Perhubungan juga membuka peluang stimulus penerbangan untuk industri tersebut diperpanjang. Dari yang awalnya hanya sampai 31 Desember 2020, kemungkinan bisa diperpanjang hingga Juni 2021.

"Kami harapkan program ini bisa efektif atasi akibat COVID-19 yang bikin airline suffer dan bisa kontinyu. Prospeknya kami berharap Januari dan Juni 2021 akan diteruskan. Sambil melihat perkembangannya seperti apa," kata Novie dalam konferensi pers virtual, Jumat (23/10/2020).

Dengan begini diharapkan dapat menambah frekuensi penerbangan di rute eksisting dan bandara dapat meningkatkan utilisasi slot time penerbangan.

Stimulus ini hanya berlaku di 13 bandara. Klik halaman selanjutnya>>>

Selanjutnya
Halaman
1 2