Sri Mulyani Ungkap Keunikan Ekonomi Syariah, Apa Itu?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 24 Okt 2020 11:39 WIB
Pemerintah menaikkan pajak impor barang konsumsi. Pengumuman kenaikan pajak impor barang konsumsi itu dilakukan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (5/9/2018).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Istimewa/Kementerian Keuangan
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan ekonomi syariah saat ini dinilai mampu menjadi sumber perekonomian baru. Dia menyebut ekonomi syariah bisa menjawab tantangan ekonomi nasional saat ini.

Dia menyebut ekonomi syariah memiliki keunikan yang sesuai dengan kearifan lokal masyarakat Indonesia, misalnya kejujuran, keadilan, hingga tolong menolong.

"Kesamaan nilai-nilai ini bisa mendorong diterapkannya sistem ekonomi syariah secara lebih menyeluruh," kata dia dalam acara KNEKS, Sabtu (24/10/2020).

Dia menyampaikan hal ini bisa membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional yang terdampak pandemi Corona.

Untuk mendorong ekonomi syariah, pemerintah membentuk Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Pasalnya kontribusi syariah ke ekonomi Indonesia masih belum optimal dan membutuhkan dukungan dari pemerintah dan masyarakat.

KNEKS dibentuk dan diketuai oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Harian Wakil Presiden Ma'ruf Amin serta Sri Mulyani sebagai Sekretaris. Oleh karena itu, ia pun menyambut baik kerja sama yang dilakukan oleh KNEKS dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.

"Kesepahaman ini diharapkan dapat mengembangkan dan menggali potensi perekonomian syariah di Indonesia di dalam upaya terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkeadilan," kata dia.

(kil/ara)