Ma'ruf Amin: RI Hanya Jadi Konsumen dan Tukang Stempel Produk Halal

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 24 Okt 2020 12:15 WIB
Wapres Maruf Amin
Foto: Wapres Ma'ruf Amin (dok. Setwapres)
Jakarta -

Sebanyak 87% total populasi di Indonesia merupakan muslim. Indonesia juga menjadi salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Namun potensi ini belum bisa dimaksimalkan, terutama untuk pengembangan produk halal.

Menurut Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Indonesia bisa menjadi pasar yang sangat menentukan. "Padahal Indonesia merupakan salah satu pasar yang menentukan dalam perdagangan produk halal dunia," kata dia dalam acara KNEKS, Sabtu (24/10/2020).

Dia menyebutkan pada 2018 total belanja Indonesia untuk produk halal sebesar US$ 214 miliar. Jumlah ini merupakan 10% dari pangsa produk halal dunia.

Hal ini juga menjadikan Indonesia sebagai konsumen yang besar dibandingkan dengan negara lainnya. Ma'ruf menyebut jika Indonesia hanya menjadi konsumen dan 'tukang stempel' untuk produk halal yang diimpor.

"Namun sayangnya, Indonesia masih banyak mengimpor produk-produk halal dari luar negeri. Indonesia selama ini hanya menjadi konsumen dan tukang stempel untuk produk halal yang diimpor," kata dia.

Dia meminta agar masyarakat Indonesia bisa memanfaatkan potensi pasar halal di dunia. Saat ini andil ekspor produk halal Indonesia hanya 3,8% dari total pasar halal dunia.

Sementara berdasarkan laporan Global Islamic Economic Report di 2019, Brasil merupakan eksportir produk makanan dan minuman halal nomor satu di dunia, dengan nilai US$ 5,5 miliar disusul oleh Australia dengan nilai US$ 2,4 miliar.

"Untuk itu, kita perlu bersungguh-sungguh untuk menjadikan Indonesia sebagai produsen dan eksportir produk halal terbesar di dunia. Dengan segala sumber daya yang dimiliki, saya percaya Indonesia memiliki peluang yang besar sebagai negara produsen dan pengekspor produk halal terbesar di dunia," jelasnya.

(kil/ara)