Corona Jahat, Ini Daftar Perusahaan Ritel yang Gulung Tikar

Herdi Alif Alhikam - detikFinance
Minggu, 25 Okt 2020 10:36 WIB
MILAN, ITALY - FEBRUARY 29: A man wears a protective mask as he walks in front of the Ermenegildo Zegna store in Via Montenapoleone, the most important road of the fashion district in the city center where all the luxury brand are located on February 29, 2020 in Milan, Italy. 
Italy registered a surge in coronavirus cases in the last few days with infections remaining centered on outbreaks in two northern regions, Lombardy and Veneto. But a few cases have turned up now in southern Italy too. In Italy so far 821 people have been infected and 21 have died, officials say, amid global efforts to stop the virus spreading. Italys Foreign Minister Luigi Di Maio told reporters that an infodemic of misleading news abroad was damaging Italys economy and reputation. Italys tourism association Assoturismo says March accommodation bookings are down by at least 200m (£170m; $219m) because of the virus. Schools, universities, cinemas and Milans famous La Scala opera house have been closed and several public events cancelled. Eleven towns at the centre of the outbreak - home to a total of 55,000 people - have been quarantined. There are fears that the outbreak may tip Italy into economic recession. (Photo by Marco Di Lauro/Getty Images)
Foto: Getty Images
Jakarta -

Virus Corona yang telah melanda sejak awal tahun memberikan pukulan telak ke dunia bisnis. Pembatasan sosial diberlakukan di seluruh penjuru dunia demi menekan laju penyebaran virus ini.

Upaya pembatasan sosial ini sangat berdampak pada sektor ritel, karena tidak mendapatkan untung dari penjualan di tokonya. Alhasil, sederet perusahaan ritel pun telah mengajukan kebangkrutan dan menutup toko-tokonya.

Beberapa di antaranya pun merupakan nama-nama besar secara global. Berikut ini sederet perusahaan ritel yang terpaksa menutup tokonya karena Corona, dirangkum detikcom, Minggu (25/10/2020).

1. NPC International
Perusahaan ini adalah pemegang hak dari 1.200 gerai Pizza Hut dan 400 restoran Wendy's di seluruh AS. NPC International bangkrut karena lockdown yang dilakukan imbas virus Corona.

Mereka memiliki beban utang yang besar, ditambah lagi dengan meningkatnya biaya tenaga kerja dan makanan. Perusahaan meminta perlindungan kebangkrutan untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan portofolio restoran sehingga berada pada posisi terbaik untuk memenuhi kebutuhan konsumen di seluruh negeri.

2. Lucky Brand
Perusahaan denim ini mengajukan kebangkrutan pada 3 Juli, pandemi dinilai sangat memengaruhi penjualan di semua saluran. Lucky Brand akan segera menutup 13 dari sekitar 200 toko di Amerika Utara, yang sebagian besar di mal.

Rencananya melalui proses perlindungan kebangkrutan jajaran direksi perusahaan akan menjual Lucky Brand kepada SPARC Group, pemilik Nautica dan Aéropostale.

3. Brooks Brothers
Ritel pakaian andalan 40 presiden AS ini mengajukan kebangkrutan pada 8 Juli. Perusahaan yang berdiri sudah 200 tahun ini bangkrut karena kalah saing dengan modal pakaian kasual yang lebih trendi untuk bekerja.

Belum lagi dengan adanya virus Corona yang membuat permintaan pakaian kerja formal menurun karena masyarakat banyak bekerja dari rumah.
Brooks Brothers telah mengevaluasi berbagai opsi strategis, termasuk penjualan perusahaan. Perusahaan juga sedang melakukan proses penutupan permanen 20% dari 250 toko di AS.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Kasus Positif Corona di Jerman Tembus 1 Juta"
[Gambas:Video 20detik]