Ritel Mau Bertahan dari Badai Pandemi? Begini Caranya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 25 Okt 2020 16:00 WIB
Data-data makro ekonomi menunjukan hasil positif. Namun, ritel PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) yang ternyata laba bersihnya turun drastis.
Ilustrasi Industri Ritel (Foto: Rachman Haryanto)
Jakarta -

Pelaku industri ritel mengatakan bisnis mereka sekarang sedang dibayang-bayangi kerugian. Hal itu terjadi karena kondisi bisnis yang dibuat lesu oleh pandemi virus Corona.

Lalu apa yang kira-kira bisa dilakukan pelaku usaha untuk bisa bertahan?

Peneliti ekonomi Indef Bhima Yudhistira mengatakan pelaku usaha ritel bisa melakukan downsizing alias menurunkan marjin keuntungan untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Dengan melakukan hal tersebut menurutnya harga jual bisa ditekan, sehingga produk tetap laku di situasi yang tidak pasti.

"Yang perlu dilakukan industri retail adalah terus turunkan marjin keuntungan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Strategi ini disebut downsizing, atau menurunkan harga jual agar market share tetap terjaga," jelas Bhima kepada detikcom, Minggu (25/10/2020).

Pelaku usaha juga diminta untuk lebih inovatif akan kebutuhan masyarakat. Dia mencontohkan untuk industri makanan kini mulai beralih ke makanan beku alias frozen foods.

"Kemudian, harus inovatif misalnya masyarakat mulai beralih ke makanan beku, kemudian alat-alat olahraga seperti sepeda, dan juga alat berkebun. Harus adaptif terhadap perubahan prilaku konsumen juga," papar Bhima.

Bhima melanjutkan, pelaku usaha juga harus bisa menyentuh pasar online. Pelaku ritel bisa saja menggandeng beberapa platform marketplace e-commerce besar di Indonesia untuk memasarkan promo.

"Ritel perlu menggandeng pemain ecommerce lebih banyak. Kalau sudah join satu platform misalnya, masih kurang minimum ada di tiga atau empat platform ecommerce terbesar," urai Bhima.

Di sisi lain, pelaku industri ritel mengatakan sudah melakukan beberapa strategi untuk bisa bertahan. Ketum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo mengatakan salah satunya adalah memaksimalkan semua jalur pemasaran.

"Kami sudah memaksimalkan multi chanel untuk penjualan kita, kita kerja sama dengan e-commerce, persiapkan juga untuk menjual online," ungkap Budihardjo.

Di industri ritel makanan, menurutnya juga sudah banyak metode baru yang dilakukan. Mulai dari menjajakan frozen food sampai memaksimalkan layanan pesan antar.

"Terus banyak metode baru juga nih. kayak restoran dia mulai main frozen food juga, maksimalkan jasa kirim langsung ke konsumen," papar Budihardjo.

Selain itu, pihaknya juga tetap memberikan diskon untuk menguras stok barang yang diperdagangkan. Dia mengungkapkan akan ada diskon besar di bulan Desember.

"Diskon juga pastinya, karena itu wajib, Desember kita akan bikin da diskon besar lagi. Untuk long weekend juga banyak yang ngasih diskon buy one get one, diskon 50-70 banyak lah diskon, cuma acara besarnya nanti Desember sambut tahun baru," jelas Budihardjo.

(dna/dna)