Liputan Khusus

Teknologi CGI Makin Canggih, Masa Depan Stuntman Terancam?

Soraya Novika - detikFinance
Minggu, 25 Okt 2020 19:39 WIB
CGI Heran
Ilustrasi CGI (Foto: YouTube)
Jakarta -

Hollywood beberapa kali sudah mewacanakan akan mengganti adegan berbahaya dalam setiap pembuatan filmnya dengan teknologi CGI saja. Lantaran, adegan berbahaya yang diperankan seorang aktor atau stuntman kerap menjadi malapetaka sendiri buat yang melakoni adegan tersebut. Beberapa aktor atau stuntman ada yang sampai meninggal dunia saat memainkan adegan berbahaya dalam proses produksi film dan lain sebagainya.

Pandemi ini, juga semakin membiasakan produser film menggunakan teknologi CGI ini.

Lalu, bagaimana dengan masa depan para stuntman di kemudian hari?

Menurut Anggota Persatuan Karyawan Film dan Televisi Indonesia Petruska Karangan teknologi CGI di Indonesia belum tentu bisa menggeser profesi stuntman. Lantaran, para produser film di Indonesia juga masih mikir-mikir bila ingin menerapkan lebih banyak teknologi CGI di setiap produksi filmnya. Mengingat modalnya yang tidak sedikit dan proses pembuatannya bisa memakan waktu yang lebih lama.

"Persoalannya ada yang mau modalin nggak. Modalnya itu gede. Karena jam kerjanya nggak sebentar itu, lama," kata Petruska kepada detikcom, Minggu (18/10/2020).

Seorang stuntman bahkan tak khawatir dengan adanya teknologi CGI ini. Karena, katanya produksi film pada akhirnya tetap membutuhkan stuntman agar hasilnya lebih maksimal.

"Kalau saya lihat sih adegan yang akan diambil atau dibuat lebih cepat kalau pakai stuntman ya dibanding harus buat CGI. Mungkin mereka nantinya akan menyiasati tetap ada kombinasi jadi mungkin full CGI terutama di Indonesia ya, karena tetap mau gimanapun juga, dengan adanya stuntman itu melengkapi. Kalau full CGI pastinya di Indonesia akan menjerit produsernya," sambung Founder Stunt Fighter Community (SFC) Deswyn Pesik.

Stuntman lainnya pun yakin sekali bahwa perfilman Indonesia belum benar-benar siap menghapus peran stuntman.

"Enggak bisa. Sebetulnya kalau untuk CGI dan lain-lain kita sudah ada. Pasti tetap butuh stuntman kecuali filmnya full animasi ya kita nggak bisa berbuat banyak," kata Founder atau Stunt Coordinator Pejuang Stunt Indonesia Saifuddin Mubdy atau yang akrab disapa Udeh.

Sedikit berbeda dari yang lainnya, stuntman Wahyu Tripamudji mengakui bahwa profesi stuntman pada masanya bakal tergantikan, minimal dengan sesama stuntman yang lebih muda. Namun, ada satu hal yang bisa membuat profesi ini sulit dijauhi yaitu kualitas dari para pemainnya itu sendiri.

"Kalau kayak itu (stuntman) memang ada masa-masanya, jadi kan pasti ada generasi baru yang akan lebih baik dan lebih baik lagi, terus kan, makanya seperti saya bilang tadi, harus berkualitas, bukan hanya acting aja fighting juga bisa. Jadi semua bisa," imbuhnya.

(dna/dna)