Pandemi Jangan Ganggu Pasokan Beras di Cipinang, Begini Strateginya

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 25 Okt 2020 22:01 WIB
Pekerja mengangkut beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Selasa (31/3/2020). Perum Bulog pastikan stok beras mencukupi untuk mengatasi kebutuhan lonjakan pangan dalam kondisi tidak terduga, sekaligus dalam menyambut Ramadan dan Idul Fitri. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/nz
Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Jakarta -

Untuk mengamankan pasokan beras di Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya menjalin kerjasama dengan PT Shang Hyang Seri (SHS). Kerjasama antara BUMN dan BUMD itu memasok beras dari lahan seluas 1.100 hektare (ha).

Kedua perusahaan ini sudah menandatangani kerjasama pada 8 Oktober 2020 lalu. Kemudian dilakukan panen bersama dari lahan milik SHS seluas 1.100 hektar di Sukamandi, Jawa Barat. Dengan kerjasama ini, Food Station akan menjadi offtaker dari hasil panen di lahan seluas 1.100 hektar tersebut.

"Kerjasama ini merupakan wujud nyata sinergi antara BUMD dan BUMN untuk mewujudkan ketahanan pangan Jakarta," kata Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi dilansir Minggu (25/10/2020).

Arief menjelaskan melalui kerjasama ini, Food Station akan mendapatkan pasokan 20 ribu ton GKP sampai dengan akhir tahun 2020 dengan estimasi produktivitas per hektarnya rata-rata 6 ton.

"Kerjasama ini adalah langkah awal, karena ke depan kami akan tingkatkan lagi dengan pola kerjasama contract farming agar kami bisa meminta PT SHS untuk menanam varietas padi tertentu di lahan yang dikerjasamakan," jelas Arief.

Menurut Arief, selain pengembangan kerjasama melalui pola contract farming, Food Station juga ingin lahan yang dikerjasamakan diperluas lagi dari 1100 hektar menjadi 3200 hektar.

"1100 hektar masih terlalu kecil, karena PIBC sendiri perdagangan berasnya mencapai 2500 ton per hari dan Food Station sendiri punya market yang luas mulai dari modern channel, program-program pemerintah mulai dari pemerintah daerah seperti program pangan murah KJP, Beras untuk ASN hingga BPNT dari Kementerian Sosial hingga program safety nett lainnya," ungkap Arief.

Arief menambahkan kerjasama ini adalah wujud nyata dari penerapan prinsip triple helix, karena ada sinergi antara akademisi yakni Prof Andreas (AB2TI) yang menanam benih padi IF 8 dan 16 yang memiliki produktivitas tinggi dan sedang diujicobakan di lahan SHS, pebisnis (pedagang di PIBC dan Food Station) kemudian juga pemerintah hingga otoritas moneter.

Selain itu, lanjut Arief, kerjasama ini dilakukan sesuai dengan arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengamankan pasokan dan harga pangan di Jakarta jelang akhir tahun dengan cara mencari pasokan dari gabungan kelompok tani (gapoktan) yang ada di daerah sentra produksi. Dengan demikian terjadi pemberdayaan kepada petani yang ada di daerah.

Direktur Utama PT SHS Karyawan Gunarso mengatakan kerjasama dengan Food Station ini kerjasama yang sangat strategi antara kedua belah pihak. Pasalnya lahan yang dikerjasamakan ini dikerjakan oleh 2000 petani ini adalah lahan persawahan irigasi teknis hingga tersier sehingga jaminan atas ketersediaan air menjadi tidak masalah.

"Ini potensi yang luar biasa karena saat ini cukup sulit mencari hamparan persawahan luas dan produktif dengan irigasi teknis yang dimiliki oleh satu entitas perusahaan," ujarnya Gunarso.

(das/dna)