Sepak Terjang 'Steve Jobs' Asia, Bos Samsung yang Baru Tutup Usia

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 26 Okt 2020 08:30 WIB
FILE - In this July 6, 2011, file photo, Samsung Chairman Lee Kun-hee, right, greets people from the South Korean delegation in Durban, South Africa, for the 123rd International Olympic Committee (IOC) session that will decide the host city for the 2018 Olympics Winter Games. Lee, the ailing Samsung Electronics chairman who transformed the small television maker into a global giant of consumer electronics, has died, a Samsung statement said Sunday, Oct. 25, 2020. He was 78. (AP Photo/Schalk van Zuydam, File)
Foto: AP/Schalk van Zuydam

Melansir Successstory, Minggu (25/10/2020), ketika ayahnya, Lee Byung-Chul meninggal pada tahun 1987, Lee mengambil alih kendali perusahaan. Lee bergabung dengan Samsung pada tahun 1968 dan dalam waktu 2 minggu setelah kematian ayahnya, dia mengangkat dirinya sebagai pemimpin perusahaan.

Menariknya, Lee adalah putra ketiga Byung-Chul. Berbekal gelar di bidang Ekonomi dari Waseda University dan gelar MBA dari George Washington University, Lee membawa transformasi total di Samsung.

Lee mengubah Samsung menjadi perusahaan bergengsi di kancah internasional. Dapat dikatakan bahwa Samsung sekarang adalah merek Asia paling terkemuka di dunia.

Pada awal 1990-an, Samsung memproduksi barang murah dan berkualitas rendah. Lee memahami kekuatan tenaga kerja yang beragam dan menambahkan karyawan asing sebagai staf perusahaan. Hal itu membantunya memetakan kesuksesan Samsung ke tingkat yang telah dicapai saat ini.

Samsung Electronics, salah satu anak perusahaan Samsung Group, saat ini menjadi produsen dan pengembang semikonduktor terkemuka dunia, dan pada tahun 2007 berhasil menjadi bagian dari daftar 100 perusahaan terbesar di dunia versi majalah Fortune.

Perubahan haluan yang dilakukan Lee patut diapresiasi dengan fakta bahwa pendapatan Samsung saat ini 39 kali lebih tinggi daripada pada tahun 1987. Perusahaan itu menghasilkan sekitar 20% dari PDB Korea.

Setelah Samsung terlibat dalam skandal dana gelap pada tahun 2008, Lee mengundurkan diri. Lalu setelah diampuni oleh pemerintah Korea Selatan, dia kembali sebagai pemimpin perusahaan pada 2010.


(toy/eds)