COVID Picu Pengangguran, Pemerintah Putar Otak Buka Lapangan Kerja

Soraya Novika - detikFinance
Senin, 26 Okt 2020 13:40 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah saat ini fokus untuk memastikan ketersediaan lapangan pekerjaan dampak dari pandemi COVID-19.

Menurut Airlangga, angka pengangguran yang melonjak dikarenakan krisis COVID-19 jika tidak ditangani secara cepat akan berpengaruh pada tingkat kemiskinan.

"Ada 6,9 juta orang pengangguran sebelum COVID-19 yang terus bertambah sekitar 2,9 juta setiap tahunnya dari angkatan kerja baru. Belum lagi yang terkena PHK karena pandemi tercatat sekitar 3,5 juta orang. Pemerintah harus fokus membuka lapangan pekerjaan baru," kata Airlangga dalam Dialog Satu Tahun Jokowi-Ma'ruf yang disiarkan TVRI, Minggu (25/10/2020) lalu.

Menurut Airlangga, tanpa adanya tindak lanjut segera untuk memastikan adanya serapan tenaga kerja baru, cepat atau lambat tingkat kemiskinan akan meningkat.

Oleh karenanya, pemerintah menilai kebutuhan untuk menanggulangi pengangguran dan kemiskinan ini jadi tantangan yang harus diselesaikan segera.

"Tantangan utama Indonesia ke depannya jelas kita membutuhkan lebih banyak lapangan pekerjaan. Ini supaya tingkat kemiskinan karena COVID-19 ini tidak meningkat," kata Airlangga.

Selain itu, pemerintah juga memastikan agar daya beli masyarakat bisa terjaga dengan menggulirkan bantuan sosial kepada masyarakat. Jumlah yang tercatat sepanjang tahun 2020 ini mencapai Rp 695,2 triliun.

"Ini supaya daya beli masyarakat yang turun, bisa diganjal dengan perlindungan sosial. Rencananya, bantuan sosial juga akan kembali dikucurkan tahun depan," kata Airlangga.

Secara regulasi, pemerintah juga telah merespon kebutuhan untuk perluasan lapangan pekerjaan dengan memastikan investasi bisa lebih banyak masuk. Melalui UU Cipta Kerja, hambatan regulasi dan birokrasi yang mengganjal masuknya investasi bisa diselesaikan.

(dna/dna)