Guru Besar IPB Beri 3 Catatan Setahun Kinerja Kementerian Pertanian

Yudistira Imandiar - detikFinance
Senin, 26 Okt 2020 15:58 WIB
Syahrul Yasin Limpo
Foto: Syahrul Yasin Limpo
Jakarta -

Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Ahmad Firdaus menyampaikan tiga catatan tentang satu tahun terakhir Kementan. Ia mengatakan, tiga hal tersebut merupakan faktor pendukung keberhasilan sektor pertanian di bawah kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo.

"Catatan saya ada 3 yang membuat Kementan di bawah pimpinan Pak Menteri Syahrul berhasil membangun pertanian. Yang paling pertama tentu saja adalah penguatan logistik pangan nasional," kata Prof Firdaus melalui keterangan tertulis, Senin (26/10/2020).

Poin kedua, urai Prof Firdaus, Kementan mampu merealisasikan pengembangan korporasi petani seperti pemberdayaan poktan dan gapoktan dalam integrasi pertanian. Dalam program tersebut Kementan juga memfasilitasi seluruh anggota poktan dengan payung off taker. Tujuannya agar para petani bisa mengajukan KUR dan bermitra dengan perusahaan benih dan perusahaan asuransi.

"Catatan saya yang ketiga adalah pak Mentan Syahrul mampu meningkatkan kapasitas penyuluh melalui program (Kostratani) komando strategi pembangunan Pertanian yang terhubung langsung dengan pusat data Agriculture War Room," sambungnya.

Menurut Prof Firdaus, ketiga poin tersebut merupakan indikator awalan kinerja yang baik untuk mencapai tujuan jangka panjang lainya, seperti ketahanan pangan dan swasembada pertanian secara nasional.

"Ketiga capaian tersebut sangat bagus sekali sebagai modal awal dalam pembangunan empat tahun ke depan. Apalagi program korporasi Petani itu kegiatannya lebih dulu dari food estate dan tercantum di RPJMN," urai Prof Firdaus.

Terlepas dari catatan positif tersebut, Prof Firdaus mengingatkan Kementan harus meningkatkan lagi sistem pertanian modern yang berbasis digital dan mekanisasi. Peningkatan tersebut penting dilakukan agar Indonesia mampu berbicara banyak dalam pertanian dunia.

"Kalau bisa setiap hari harus ditingkatkan. Setiap hari adalah digitalisasi dan mekanisasi. Yang pasti digitalisasi harus disempurnakan lagi ke depannya agar pertanian kita semakin maju semakin mandiri dan semakin modern," ujar Prof Firdaus.

Menyikapi beberapa catatandalam setahun kepemimpinan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi seluruh pegawai yang terlibat dalam pembangunan pertanian selama setahun terakhir.

"Capaian ini bukan capaian saya, tetapi capaian semua jajaran Kementerian Pertanian. Tidak ada keberhasilan Menteri, yang ada adalah keberhasilan semua jajaran yang bekerja serius ikhlas dan kerja keras," ungkapnya.

(mul/mpr)