Bos Besar Samsung Wafat, Keluarga Bayar Pajak Warisan Rp 146 T

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 26 Okt 2020 21:30 WIB
FILE - In this July 6, 2011, file photo, Samsung Chairman Lee Kun-hee, right, greets people from the South Korean delegation in Durban, South Africa, for the 123rd International Olympic Committee (IOC) session that will decide the host city for the 2018 Olympics Winter Games. Lee, the ailing Samsung Electronics chairman who transformed the small television maker into a global giant of consumer electronics, has died, a Samsung statement said Sunday, Oct. 25, 2020. He was 78. (AP Photo/Schalk van Zuydam, File)
Foto: AP/Schalk van Zuydam
Jakarta -

Bos besar Samsung Lee Kun-hee meninggal dunia Minggu (26/10) kemarin. Keluarganya dalam hal ini ahli waris harus membayar sejumlah pajak ke pemerintah Korea Selatan (Korsel).

Orang terkaya Korea Selatan itu diperkirakan memiliki kekayaan US$ 20,7 miliar atau setara dengan Rp 302,22 triliun (kurs Rp 14.600/US$). Kekayaan itu didapat sebagian besar dari sahamnya di empat unit Samsung.

Dari situ, ahli waris diharuskan membayar pajak sekitar US$ 10 miliar atau setara Rp 146 triliun. Kepala Eksekutif Perusahaan Analisis, Chung Sun-Sup mengatakan ahli waris tidak mungkin menjual saham untuk membiayai pajak tersebut. Spekulasi muncul bahwa perusahaan Grup Samsung akan meningkatkan dividen untuk membantu pembayaran itu.

"Penjualan saham dapat menimbulkan masalah karena akan mengurangi kendali keluarga atas grup. Tidak ada konglomerat yang akan melakukannya. Sebaliknya, kebanyakan dari mereka memilih untuk melakukan pembayaran tunai selama lima tahun. Uang tunai dapat disiapkan melalui sarana seperti dividen atau gaji," kata Chung dikutip dari Bloomberg, Senin (26/10/2020).

Sementara Samsung Electronics menolak berkomentar tentang bagaimana rencana keluarga untuk membayar dan membagi kekayaan. Dikatakan, semua pajak yang terkait dengan warisan akan dibayar secara transparan seperti yang diharuskan oleh hukum.

Kepemilikan Lee mencakup 4% kepemilikan di produsen smartphone, televisi, dan chip memori terbesar di dunia dan 21% dari Samsung Life Insurance Co., yang memiliki bagian terbesar kedua dari Samsung Electronics.

Putra satu-satunya, Jay Y. Lee, telah memimpin perusahaan sejak ayahnya terkena serangan jantung pada 2014. Jika dia mewarisi semua saham di Samsung Electronics dan Samsung Life Insurance, dia disebut dapat menggunakan dividen dan biaya pribadi untuk mempersiapkan pembayaran pajak.

"Tidak pasti berapa banyak aset tunai yang dimiliki keluarga sekarang, tetapi pendapatan dividen tidak akan cukup untuk menutupi biaya pajak. Oleh karena itu, sangat mungkin keluarga akan mengandalkan pembiayaan pribadi," kata Analis di Korea Investment & Securities, Jongwoo Yoo.

(zlf/zlf)