Sempat Dibakar, Halte TransJakarta Mau Disulap Jadi Tongkrongan

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 28 Okt 2020 09:56 WIB
Halte TransJakarta di Jalan MH Thamrin dirusak perusuh demo Omnibus Law UU Cipta Kerja. Saat ini halte tersebut sudah mulai diperbaiki.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Sebanyak 6 halte TransJakarta dibakar hangus oleh massa demo penolakan Undang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja pada 8 Oktober 2020 lalu. Tak hanya itu, 40 halte TransJakarta lainnya juga rusak dengan kategori sangat ringan-berat. Dari kerusakan itu, TransJakarta menanggung kerugian Rp 65 miliar.

"Fasilitas yang terdampak 46 halte. Kita kategorikan dari sangat ringan yaitu vandalisme saja, ringan-kerusakan kaca sedikit, lalu sedang, kerusakan berat, dan berat terbakar. Halte yang berat terbakar itu ada 6 halte, di Sarinah, Sawah Besar, Harmoni, Bundaran HI, Tosari, dan Senen," kata Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo dalam wawancara khusus dengan detikcom, Selasa (27/10/2020).

Halte-halte dengan kategori kerusakan sangat ringan-sedang langsung diperbaiki oleh TransJakarta dalam kurun waktu 72 jam sejak peristiwa ricuh awal Oktober lalu. Lalu, 6 halte yang dibakar juga langsung difungsikan kembali agar bisa digunakan oleh masyarakat.

"Digunakan dulu sekarang, sambil kita melakukan kajian-kajian. Yang pasti kita sudah cek struktur bajanya ini cukup aman untuk menopang operasi selama ini. Paling tidak untuk menopang atap dan sebagainya," tutur Sardjono.

Namun, pihaknya sedang berupaya meminta izin Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menutup sementara 6 halte tersebut, dan direnovasi.

"Untuk pengembangan atau risiko ke depannya kita nggak pernah tahu. Oleh sebab itu kita berharap bisa mendapatkan izin untuk lockdown dan rebuild," ujar dia.

Dari 6 halte yang dibakar itu, 3 diantaranya yaitu halte Sarinah, Bundaran HI, Tosari, dan ditambah halte Dukuh Atas 1 akan dibangun dengan konsep baru yang dilengkapi dengan area hangout para pengguna layanan TransJakarta.

"Nanti di atasnya ada viewing gallery, ada tempat untuk restoran, atau mungkin untuk franchise coffee shop, dan lain sebagainya. Di bawahnya halte, dan itu rencananya akan dilakukan di 4 halte besar seperti di Sarinah, Bundaran HI, Tosari, dan Dukuh Atas 1," papar Sardjono.

Harapannya, untuk halte Sarinah, Bundaran HI, Tosari bisa langsung direnovasi dari kondisi yang terbakar sekarang, langsung ke model baru dengan area hangout tersebut.

Saat ini, TransJakarta sendiri masih dalam proses merancang halte dengan konsep baru itu. Namun, ia menargetkan di kuartal III-2021 keempat halte tersebut sudah beroperasi dengan konsep barunya.

"Kita akan mulai (renovasi) segera. Tapi yang pasti kita targetkan di kuartal III-2021 itu sudah beroperasi," pungkasnya.

(fdl/fdl)