Gokil! Ini Rencana Besar Erick Thohir Rombak Sarinah

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 28 Okt 2020 12:18 WIB
Umat Islam melaksanakan salat jumat di kawasan Sarinah Jakarta, Jumat (16/10/2020).
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memiliki sejumlah rencana besar untuk merombak Gedung Sarinah. Rencananya gedung tersebut akan dijadikan Indonesia friendly, artinya tempat itu akan menjadi sarangnya merek dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Erick menyebut ada tiga hal yang disiapkan dalam mendukung UMKM mulai dari persiapan infrastruktur, pendanaan dan market. Dari segi market, Gedung Sarinah akan disiapkan hingga 80% untuk produk UMKM. Untuk merealisasikannya, BUMN kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

"Kita berkolaborasi dengan Pak Teten Menteri Koperasi dan UKM, serta Pak Wishnutama (Menparekraf) bahwa Pak Teten tugasnya salah satu membantu UMKM ini baik apakah dari segi pengertian market, upgrading segala dan lain-lain. Tapi juga kami di BUMN akses pasar, karena itu kemarin Sarinah kita jadikan bagaimana itu 40-80% lokal brand," tuturnya dalam sebuah diskusi online, Rabu (28/10/2020).

Pihaknya pun telah bekerja sama dengan Swiss untuk mendukung produk UMKM. Dalam kerja sama itu, setidaknya ada 10 produk UMKM yang akan diakses ke pasar luar negeri.

"Alhamdulillah kemarin di Swiss kerja sama dengan perusahaan besar. Kita maunya juga bukan hanya dia berpartner di kita tetapi dia harus mengganti 10 produk Indonesia yang bisa dia pasarkan. Kalau enggak, kita tidak mau kerja sama. Jadi kita buka akses, tapi kita juga minta akses kita ke luar negeri," tuturnya.

Kemudian dari sisi pendanaan, dukungan kepada pelaku UMKM yang tidak bisa mengakses ke perbankan akan terus ditingkatkan.

"Pendanaan ini Himbara sudah melakukan tetapi sekarang kita terus tingkatkan bagaimana nantinya BRI, Pegadaian, PMN dijadikan satu data untuk usaha mikro karena ada beberapa juga yang namanya UMKM itu tidak bankable, nah kita dukung disitu juga," tuturnya.

"Infrastruktur kami tentu dapat tugas dari negara bagaimana terus dalam masa krisis ini membangun infrastruktur seperti jalan tol, digitalisasi, membangun data center. Tetapi tidak berkompetisi dengan UMKM-nya, tapi justru kita menjadi backbone-nya untuk mendukung," tambahnya.

(ang/ang)