Jokowi Ajak Pemuda Jadi Petani, Kementan Pacu Modernisasi Pertanian

Yudistira Imandiar - detikFinance
Jumat, 30 Okt 2020 18:42 WIB
5 Tahun Jokowi-JK dan 1 Tahun Jokowi-Maruf Amin baru saja dilewati. Berikut serba-serbi pencapaian para tokoh tersebut untuk Indonesia.
Foto: Tim detikcom
Jakarta -

Ajakan menekuni dunia pertanian disampaikan Presiden Joko Widodo untuk para kaum muda. Menurut Jokowi, kontribusi pemuda dalam pertanian akan membuat Indonesia berjaya dengan hasil tani berlimpah.

"Saya berharap keberadaan forum petani organik muda ini dapat mengajak lebih banyak anak-anak muda untuk kembali bertani, tidak malu, tidak gengsi. Tapi sebaliknya, bangga dan bersemangat karena menjadi petani itu mulia," kata Jokowi dalam keterangan tertulis, Jumat (30/10/2020).

Dalam Forum Petani Muda yang disiarkan secara online, Kamis (29/10) itu, Jokowi menguraikan Indonesia bisa terbebas dari bayang-banyang impor jika semua anak muda memiliki pola pikir yang maju, khususnya dalam pembangunan pertanian ke depan. Menurutnya, Indonesia dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri dan bisa menjadi negara pengekspor jika sektor pertanian selalu menjadi pilihan bagi sumber kehidupan.

"Dengan pengolahan pertanian secara modern, saya harapkan pertanian Indonesia dapat tumbuh sebagai pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional. Pertanian akan semakin maju. Masyarakat akan semakin lebih sejahtera," seru Jokowi.

Jokowi menyampaikan inovasi pada sektor pertanian akan menjadi pilar penting pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Inovasi tersebut, di antaranya perbaikan produksi hingga perbaikan pasca panen seperti proses penanaman, pemeliharaan, hingga pengolahan branding, packaging dan pemasaran.

"Saya percaya apa yang dilakukan para petani muda organik ini bisa bergulir dengan cepat. Memunculkan berbagai inisiatif di kalangan anak-anak muda. Meluaskan minat menjadi petani, dan mendorong regenerasi petani Indonesia," ujar Jokowi.

Mengenai pemberdayaan kaum muda di sektor Pertanian, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan saat ini Kementan memiliki konsentrasi jangka panjang dalam menumbuhkan minat anak muda pada sektor pertanian modern. Syahrul mengungkapkan sektor pertanian sedang memasuki era baru yang memiliki pendekatan online sistem dan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

"Di era sekarang, startup dan robot construction sudah menjadi bagian dari pertanian. Dengan begitu digital system menjadi pendekatan baru di sektor pertanian masa depan. Anak muda tidak perlu turun ke lumpur, cukup mainkan remot control sudah bisa tanam dan panen," ulas Syahrul.

Syahrul optimis anak muda dapat berkembang menjadi petani sukses dengan memanfaatkan fasilitas dan bantuan dari pemerintah. Para Petani, sebut Syahrul, akan termotivasi merealisasikan sebuah ide baru dan inovasi kreatif.

"Kemampuan riset dan teknologi yang kita miliki, pasti modern dan pertanian bisa dilakukan dengan baik," imbuhnya.

Sebagai informasi, saat ini Kementan sudah menetapkan target pencetakan 2,5 juta petani muda untuk jangka waktu 5 tahun ke depan. Program ini dijalankan untuk merealisasikan program jangka panjang pemerintah. Kementan menjalin kerja sama dengan kementerian lain dan perguruan tinggi dalam menjalankan program tersebut.

(akn/hns)