Keras Diserukan Erdogan, Boikot Produk Prancis Menggema hingga ke RI

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 31 Okt 2020 12:50 WIB
Erdogan Ancam Uni Eropa Terkait Isu ISIS, Pengungsi, dan Siprus
Foto: DW (News)
Jakarta -

Seruan boikot produk Prancis menyebar ke mana-mana, terutama negara berpenduduk mayoritas Muslim. Awal mula seruan boikot itu datang dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Erdogan meminta warga Turki untuk memboikot barang-barang Prancis. Pemerintah Turki marah atas pernyataan dari Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai menghina Islam dan umat Muslim. Seruan itu disampaikan melalui pidatonya di televisi.

"Jangan pernah memberikan kredit untuk barang berlabel Prancis, jangan membelinya," kata Erdogan, dikutip dari BBC, Selasa (27/10/2020).

Erdogan juga mendesak pemimpin dunia untuk melindungi Muslim jika ada penindasan terhadap orang Muslim di Prancis.

Pernyataan keras Macron terhadap Islam dilayangkan setelah diketahui bahwa seorang guru asal Prancis, Samuel Paty dipenggal setelah memperlihatkan kartun Nabi Muhammad. Paty dipenggal pada 16 Oktober lalu.

Kejadian tersebut membuat Macron akan bertindak tegas untuk menangani islam radikal. Namun, dua pekan sebelum peristiwa itu, Macron menyebut islam sebagai agama dalam krisis dan mengumumkan akan mengatasi separatisme islam di Pranscis.

Perlu diketahui, Prancis memiliki populasi Muslim terbesar di Eropa Barat, dan beberapa menuduh pihak berwenang menggunakan sekularisme untuk menargetkan mereka.

Erdogan ditantang tutup pabrik Renault

Selanjutnya
Halaman
1 2 3