Perjuangan Banget! Kas Negara Sempat Kosong Awal RI Merdeka

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 31 Okt 2020 14:15 WIB
Infografis APBN 2018
Ilustrasi/Foto: Tim Infografis: Zaki Alfarabi
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, perekonomian Indonesia pernah berada di titik kurang baik pada awal-awal merdeka. Pada saat itu, Sri Mulyani bilang kas negara kosong sama sekali. Hal itu diakibatkan krisis yang berasal dari perang dan pemerintah Indonesia melanjutkan warisan dari para penjajah.

"Mulai dari situ tantangan perekonomian yang kita hadapi adalah sangat berat, perekonomian kita hancur akibat perang dan warisan dari penjajahan dan kas negara dalam situasi yang tiada," kata Sri Mulyani dalam sambutannya di upacara Hari Oeang ke-74, Sabtu (31/10/2020).

Untuk mengatasi hal itu, pemerintah resmi membentuk Kementerian Keuangan yang ditandai juga dengan memiliki oeang republik Indonesia (ORI) sebagai alat transaksi. Kementerian Keuangan memiliki tugas untuk mengelola keuangan negara.

Sri Mulyani menceritakan Kementerian Keuangan juga memiliki tantangan yang berat saat itu. Selain kas negara yang kosong, ekonomi nasional juga diserang tingkat inflasi yang tinggi atau hiperinflasi.

"Kita mengalami era kolonialisasi yang kemudian menghancurkan perekonomian kita, upaya untuk membangun perekonomian Indonesia tidak selalu mudah, kita pernah mengalami era nasionalisasi, kita pernah kondisi hiperinflasi," jelasnya.

Namun demikian, seluruh tantangan tersebut bisa dilewati oleh pemerintah. Sampai akhirnya terjadi krisis tahun 1998 dan 2008. Menurut Sri Mulyani, tantangan tersebut lagi-lagi bisa dilalui pemerintah dengan baik.

Kali ini, ekonomi nasional dihadapkan kembali tantangan yang berasal dari sektor kesehatan, yaitu pandemi Corona.

Untuk mengatasi COVID-19, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengajak seluruh pegawai Kementerian Keuangan kompak. Bahkan, dirinya ingin menjadikan pandemi COVID-19 sebagai momentum transformasi ekonomi.

"Saat ini Indonesia diuji dengan situasi yang sama dan kita harus yakin bahwa kita terus memfokuskan tenaga dan pikiran kita tidak hanya mengatasi krisis COVID, tapi terus membangun fondasi Indonesia ke depan," ungkapnya.

(hek/eds)