OPEC: Konsumsi Minyak Dunia 2006 Naik 1,9%
Sabtu, 21 Jan 2006 15:02 WIB
Jakarta - Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) memperkirakan kebutuhan minyak dunia tahun 2006 akan naik 1,9 persen menjadi sekitar 84,8 juta barel per hari.Proyeksi ini sedikit lebih rendah dibanding prediksi OPEC pada Desember tahun lalu, yang diperkirakan mencapai 84,9 juta barel per hari.OPEC akan menjelaskan laporan ini sebelum pertemuan 11 anggota OPEC pada 31 Januari. Pertemuan itu untuk meminta penjelasan Iran mengenai rencana pemotongan produksi minyaknya tahun ini.OPEC juga telah merevisi konsumsi kebutuhan minyak tahun 2005 yang sebesar 83,2 juta barel per hari, naik 1,1 juta barel per hari atau 1,4 persen dibandingkan tahun 2004.Seperti dilansir AFP, Sabtu (21/1/2006), OPEC memperkirakan ekonomi dunia akan tumbuh lebih kuat di tahun 2006 yang diperkirakan mencapai 4,3 persen.Pertumbuhan ekonomi yang mulai membaik ini, juga akan menarik konsumsi minyak dunia yang lebih besar di berbagai negara kecuali negara Eropa Barat dan Rusia.Permintaan dari negara-negara industri maju diproyeksikan meningkat 3,2 persen menjadi 700 ribu barel per hari.Sedangkan permintaan minyak dari Cina akan naik sekitar 6 persen, yang akan membuat negeri tirai bambu ini menjadi konsumen minyak terbesar keempat di dunia."Tapi ini belum jelas apakah permintaan ini akan solid sejak awal tahun dan terpelihara sepanjang 2006," bunyi laporan tersebut.Pasalnya, masih ada kekhawatiran akan meningkatnya permintaan di Afrika Barat dan suhu politik di Timur Tengah yang bisa mempengaruhi harga minyak.OPEC juga melihat perekonomian AS yang tengah dilanda penurunan konsumsi, akan memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Asia.OPEC belum memperkirakan harga rata-rata minyak tahun ini karena masih melihat berbagai referensi yang digunakan.Hal ini karena melihat pengalaman tahun lalu, yang saat itu, OPEC memperkirakan harga minyak rata-rata 2005 sebesar US$ 50,64 per barel. Namun yang terjadi harga terus naik hingga 40 persen di atas proyeksi."Meskipun cuaca panas sulit diprediksi di belahan bumi utara, namun tren yang ada saat ini harga minyak tetap naik pada semester satu di kisaran US$ 56,82 per barel," jelas laporan tersebut.Sementara harga minyak di pasar New York jenis light sweet, pada Jumat (20/1/2006) untuk antaran bulan Februari telah ada di level US$ 68,35 per barel. Harga ini hanya sekitar tiga dolar di bawah rekor tertinggi harga minyak tahun lalu US$ 70,85 per barel.Sedangkan harga minyak jenis brent di London, juga telah melewati level US$ 66 per barel yang hampir mendekati rekor tertingginya tahun lalu di posisi US$ 68,89 per barel.
(ir/)











































