Lagi, Besok 5.000 Buruh Bakal Demo Tolak Omnibus Law dan UMP 2021

Vadhia Lidyana - detikFinance
Minggu, 01 Nov 2020 07:09 WIB
Massa demo buruh mulai ramai memadati kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Aksi tersebut dilakukan menolak omnibus law UU Cipta Kerja.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Besok, Senin (2/11) lebih dari 5.000 buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) akan kembali menggelar aksi menolak Undang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja.

Selain berdemo menolak UU 'Sapu Jagat' itu, buruh juga menuntut Upah Minimum Provinsi (UMP) 2021 tetap naik.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, pada 2 November mendatang itu dipastikan unjuk rasanya akan besar-besaran. Adapun titik demonya berlokasi di Istana Negara dan gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat.

"Jadi diperkirakan maksimal 10.000-an, tapi tidak akan kurang dari 5.000 orang. Ini pasti di atas 5.000-an. Itu yang di Istana dan Mahkamah Konstitusi, semuanya berasal dari Jabodetabek," ungkap Said Iqbal kepada detikcom, Sabtu (31/10/2020).

Tak hanya di pusat Ibu Kota, serikat pekerja/buruh di daerah juga akan menggelar aksi yang sama.

"Sedangkan di daerah-daerah lain tentu variasi, ada yang ribuan, ada yang 5.000-an orang juga. Biasanya kan itu karena gabungan jauh lebih besar aksi di daerah, dibandingkan aksi di nasional," papar Said Iqbal.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Demo Tolak Omnibus Law di DPRD Sulbar Ricuh, Massa Berselisih Paham!"
[Gambas:Video 20detik]