Inggris Lockdown Lagi, Bagaimana Nasib Maskapai hingga Restoran?

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 02 Nov 2020 11:18 WIB
The union flag flies over the Houses of Parliament in Westminster, in central London, Britain June 24, 2016.     REUTERS/Phil Noble
Bendera Inggris/Foto: REUTERS/Phil Noble
Jakarta -

Pemerintah Inggris akan melakukan lockdown kedua pada Kamis pekan ini untuk menekan penyebaran COVID-19. Liburan baik di dalam negeri atau ke luar Inggris akan dilarang hingga 2 Desember 2020.

"Pesan kami adalah orang-orang harus tinggal di rumah," kata Menteri Kabinet Michael Gove dikutip dari BBC, Senin (2/11/2020).

Namun, orang yang bepergian untuk bekerja atau pendidikan dikecualikan. Jika sebagian masyarakat telah memesan paket liburan di luar negeri, pemerintah akan mengupayakan masyarakat mendapatkan pengembalian uang penuh.

Kepala eksekutif maskapai Inggris, EasyJet Johan Lundgren mengatakan jadwal penerbangan sebagian besar akan dibatalkan selama lockdown dan jadwal akan dilanjutkan pada awal Desember.

British Airways mengatakan semua penumpang yang memesan perjalanan selama lockdown dapat mengubah tanggal penerbangan mereka tanpa dikenakan biaya. Atau, mereka dapat membatalkan pemesanan dan mengambil voucher yang dapat digunakan untuk penerbangan selanjutnya.

Banyak maskapai mendesak pelanggan untuk tidak mencoba menghubungi mereka. Maskapai mengatakan penumpang akan diberi tahu tentang perubahan pemesanan setelah informasi lebih lanjut tersedia dari pemerintah.

Berlanjut ke halaman berikutnya.